Tok! BI Jaga Suku Bunga di 5,75 Persen
Kamis, 16 Februari 2023 - 14:38 WIB
loading...
BI mempertahankan suku bunga di 5,75%. Foto/MichelleNatalia/MPI
A
A
A
JAKARTA - Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada tanggal 15-16 Februari 2023 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%. Sementara, suku bunga deposit facility tetap berada di level 5%, dan suku bunga lending facility tetap berada di level 6,5%.
Baca juga: Misbakhun Beberkan Penyebab Filianingsih Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga ini merupakan langkah lanjutan secara front-loaded, pre-emptive, dan forward looking. Keputusan ini juga dalam rangka memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.
"BI meyakini suku bunga BI7DRR di level 5,75% memadai untuk memastikan inflasi inti tetap berada dalam kisaran 3±1% pada semester I 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) kembali ke dalam sasaran 3±1% pada semester II 2023," ujar Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (16/2/2023).
BI juga akan melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) diperkuat dengan operasi moneter valas.
Baca juga: Misbakhun Beberkan Penyebab Filianingsih Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga ini merupakan langkah lanjutan secara front-loaded, pre-emptive, dan forward looking. Keputusan ini juga dalam rangka memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.
"BI meyakini suku bunga BI7DRR di level 5,75% memadai untuk memastikan inflasi inti tetap berada dalam kisaran 3±1% pada semester I 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) kembali ke dalam sasaran 3±1% pada semester II 2023," ujar Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (16/2/2023).
BI juga akan melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) diperkuat dengan operasi moneter valas.
Lihat Juga :