Arti Banana Republic yang Disebut Luhut di Australia

Minggu, 19 Februari 2023 - 13:14 WIB
loading...
A A A
Republik pisang biasanya memiliki struktur sosial ekonomi yang sangat terstratifikasi, dengan kelas penguasa kecil yang mengontrol akses ke kekayaan dan sumber daya alam, dan secara politik tidak stabil. Istilah ini berasal dari pengembangan perkebunan pisang oleh perusahaan Amerika dan eksploitasi tanah dan pekerja mereka di Amerika Tengah dan Selatan yang dimulai pada akhir abad ke-19.

Negara yang berlabel banana republic ini memiliki banyak ciri khas. Salah satunya memiliki struktur tata kelola yang lemah, yang sering mengakibatkan korupsi yang meluas di kalangan pejabat pemerintah. Kemiskinan adalah hal biasa, dan pemerintah, atau kelas atas yang sangat kecil, menguasai semua sumber daya.

Oleh karena itu, ukuran ketimpangan sosial danekonomibiasanya tinggi. Orang-orang di kelas bawah biasanyaterpinggirkanatau tertindas, sehingga republik pisang rentan terhadap kerusuhan sipil atau bahkan pemberontakan atau upaya kudeta yang sering terjadi. Biasanya perusahaan asing dan entitas lain yang memilikiinfrastrukturnegara pada akhirnya memegang kendali utama.

Namun, banana republic bukanlah sebuahrepublikdalam arti sebenarnya, karena warga negaranya tidak memilikikedaulatandan tidak dapat mengontrol negara melalui perwakilan. Sebuah republik pisang dapat dianggap sebagai bentuk kapitalisme negara, yakni negara dioperasikan seperti perusahaan komersial swasta untuk menghasilkan keuntungan moneter.

Baca Juga: Rilis Koleksi Hijab, Banana Republic Tuai Kritikan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Australia Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Rekomendasi
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Demi Framing, Pengamat...
Demi Framing, Pengamat Menilai Jusuf Hamka Catut Nama Mbak Tutut dan TPI ke Polemik CMNP dengan MNC Asia
Honda Siap Luncurkan...
Honda Siap Luncurkan 2 Motor Listrik Terbaru Lagi
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved