G7 Gelar Pertemuan 23 Februari untuk Bahas Sanksi Baru ke Rusia
Rabu, 22 Februari 2023 - 10:19 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Putin: Rusia Hidup di Bawah Tekanan Sanksi Tanpa Akhir
Jepang memimpin pertemuan tingkat menteri G7 tahun ini menjelang pertemuan puncak para pemimpin G7 pada 19-21 Mei 2023, mendatang di Hiroshima. G7 sendiri terdiri dari Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat.
Pertemuan G7 juga akan diikuti akhir minggu ini oleh pertemuan yang lebih luas dari para pemimpin keuangan G20 dari ekonomi utama dunia, yang akan diselenggarakan di Bengaluru oleh India, yang memiliki presidensi G20.
Perang Ukraina hingga ekonomi global diperkirakan akan menjadi fokus pembicaraan G20. Selain itu tren lonjakan inflasi tinggi imbas perang Rusia juga menjadi sorotan, ditambah harga energi dan pangan, serta dukungan kepada ekonomi pasar berkembang yang menghadapi masalah utang.
Kegagalan untuk mengatasi utang pasar negara berkembang dapat menyebabkan krisis keuangan, kata seorang pejabat senior Jepang sebelumnya. "Dengan berkontribusi pada diskusi tentang masalah ini, kami berharap dapat menghasilkan hasil yang signifikan yang akan mengarah pada pertumbuhan global yang stabil dan berkelanjutan," kata Suzuki.
Jepang memimpin pertemuan tingkat menteri G7 tahun ini menjelang pertemuan puncak para pemimpin G7 pada 19-21 Mei 2023, mendatang di Hiroshima. G7 sendiri terdiri dari Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat.
Pertemuan G7 juga akan diikuti akhir minggu ini oleh pertemuan yang lebih luas dari para pemimpin keuangan G20 dari ekonomi utama dunia, yang akan diselenggarakan di Bengaluru oleh India, yang memiliki presidensi G20.
Perang Ukraina hingga ekonomi global diperkirakan akan menjadi fokus pembicaraan G20. Selain itu tren lonjakan inflasi tinggi imbas perang Rusia juga menjadi sorotan, ditambah harga energi dan pangan, serta dukungan kepada ekonomi pasar berkembang yang menghadapi masalah utang.
Kegagalan untuk mengatasi utang pasar negara berkembang dapat menyebabkan krisis keuangan, kata seorang pejabat senior Jepang sebelumnya. "Dengan berkontribusi pada diskusi tentang masalah ini, kami berharap dapat menghasilkan hasil yang signifikan yang akan mengarah pada pertumbuhan global yang stabil dan berkelanjutan," kata Suzuki.
(akr)
Lihat Juga :