Akui Ada Praktik Bundling Beras Bulog, Ini Penjelasan Ketua Koperasi PIBC

Jum'at, 24 Februari 2023 - 20:23 WIB
loading...
Akui Ada Praktik Bundling...
Ilustrasi beras Bulog. Foto/Dok Antara
A A A
JAKARTA - Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) membenarkan adanya praktik bundling dalam menjual beras Bulog. Hal ini terjadi lantaran beras Bulog jenis dalam negeri (bukan impor) sudah lama tak terjual oleh pedagang pasar.

"Bundling itu terjadi. Beras yang dibeli itu maksudnya begini, karena dia mempunyai stok yang sudah cukup lama. Ada yang sudah 2-3 tahun beras itu tidak laku, jadi bagaimana cara menjualnya, yaitu dengan cara mem-bundling. Bundling-nya itu dengan beras Bulog yang bagus," ujar Ketua Umum Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang, Zulkifli Rasyid atau akrab disapa Zul, saat ditemui MNC Portal Indonesia (MPI) di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, Jumat (24/2/2023).

Dia menjelaskan, beras Bulog terbagi dalam dua jenis yaitu beras Bulog dalam negeri (DN) dan beras Bulog luar negeri (LN). Adapun beras Bulog yang disebut Zul kurang mutu itu adalah beras Bulog dalam negeri yang sudah tersimpan di dalam gudang selama kurun waktu 3 tahun.

Lebih lanjut mengenai sistem gandengan alias bundling-nya, yaitu 1:2, dengan rincian 1 ton beras Bulog luar negeri dan 2 ton beras Bulog dalam negeri.

Zul memaparkan, beras Bulog dalam negeri dan luar negeri memiliki perbedaan jelas dari sisi visual. Adapun beras Bulog dalam negeri dikemas dalam karung berwarna kuning ataupun putih polos. Sedangkan beras Bulog luar negeri dikemas dalam karung berwarna putih bertuliskan "Beras Bulog".

Meski begitu, Zul menekankan, praktik bundling tersebut sudah tidak terjadi lagi. Pasalnya, stok beras Bulog dalam negerinya sudah habis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bulog Buka Gudang untuk...
Bulog Buka Gudang untuk Mahasiswa UGM, Dirut: Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Cadangan Beras RI Sentuh...
Cadangan Beras RI Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Capai 5,37 Juta Ton
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Hanya Resmikan 1.061 Kopdes: Saya Suka Angka 8
Rekomendasi
Gus Ipul Dukung Usulan...
Gus Ipul Dukung Usulan Sutan Takdir Alisjahbana Jadi Pahlawan: Pejuang Bahasa Indonesia
Uang Ratusan Juta Disita...
Uang Ratusan Juta Disita KPK dari OTT Bupati Langkat Syah Afandin
Sudah Pulang dari Rumah...
Sudah Pulang dari Rumah Sakit, Begini Kondisi Haji Bolot usai Kena Serangan Jantung
Berita Terkini
Elnusa Petrofin Salurkan...
Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar B50 untuk Sektor Industri
Singapura Mulai Proyek...
Singapura Mulai Proyek Raksasa Lawan Kenaikan Permukaan Laut
M2P Fintech Dorong Industri...
M2P Fintech Dorong Industri Keuangan Perkuat Sistem Anti-Fraud Berbasis AI
Intip Kontribusi Vokasi...
Intip Kontribusi Vokasi Sampoerna Karya Bangsa untuk Cetak SDM Unggul
Said Iqbal Minta Pajak...
Said Iqbal Minta Pajak JHT Dihapus bagi Seluruh Penerima
Sinergi Berkelanjutan,...
Sinergi Berkelanjutan, bank bjb Dukung Percepatan Program Rumah Layak Huni melalui BSPS 2026
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved