Imbas Kasus Rafael Alun Trisambodo, Harta Stafsus Sri Mulyani Rp19,3 Miliar Disorot

Sabtu, 25 Februari 2023 - 14:09 WIB
loading...
Imbas Kasus Rafael Alun...
Giliran harta kekayaan Staf Khusus (stafsus) Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo menjadi sorotan setelah kasus Rafael Alun Trisambodo. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Giliran harta kekayaan Staf Khusus ( stafsus ) Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo menjadi sorotan setelah kasus Rafael Alun Trisambodo. Hal ini bermula dari kasus penganiayaan yang dilakukan pengemudi mobil mewah Jeep Rubicon bernama Mario Dandy Satriyo (MDS).

Kemudian berbuntut sorotan terhadap harta jumbo yang dimiliki sang Ayah yang diketahui pejabat eselon III Kabag Umum Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Selatan II, Rafael Alun Trisambodo.Berdasarkan catatan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) pada 2021, Rafael tercatat mempunyai harta lebih dari Rp56,1 Miliar. Angka tersebut berkali-kali lipat bila dibandingkan dengan kekayaan milik Dirjen Pajak, Suryo Utomo.

Baca Juga: Pejabat Pajak Eselon III Berharta Rp56 Miliar, Pengamat: Mustahil dari Gaji PNS

Kini giliran harta kekayaan stafsus Menkeu, Yustinus Prastowo dipertanyakan? bermula dari cuitan Twitter oleh akun @Hasbil_Lbs yang mempertanyakan peningkatan harta anak buah Menkeu tersebut. Pasalnya harta kekayaan Prastowo yang tadinya Rp879 juta pada LHKPN 2011, meningkat drastis menjadi Rp19,3 miliar dalam kurun waktu 10 tahun.

“Mas @prastow, taruhlah dalam 10 tahun, gaji mas 100 juta per bulan, maka harta kekayaan yang terkumpul di angka Rp 12 miliar. Nah di LHKPN Rp 19 miliar. Luar biasa. Apa ada sampingan mas? Tidak perlu marah ya, wajar pejabat diperhatikan rakyat daripada nanti bu Sri Mulyani marah - marah lagi,” tulis akun @Hasbil_Lbs yang disertai dengan dengan tangkapan layar yang bersumber dari situs e-lhkpn, Kamis (23/2/2023).

Menanggapi hal itu, Prastowo pun memberikan tanggapan terhadap harta kekayaannya yang menjadi sorotan. Ia mengatakan telah keluar dan tidak menjadi PNS sejak 2010. Ia melanjutkan karirnya dengan bekerja di kantor konsultan dan menjadi penulis buku.

“Akhirnya saya resign dari DJP. Saya bergabung dg salah satu kantor konsultan sebagai karyawan, sambil mengajar di beberapa perguruan tinggi. Saya jg pengajar tetap pendidikan kurator sejak 2008. Selain itu, aktivitas di Lembaga Swadaya Masyarakat terus berjalan, khususnya riset dan advokasi isu pajak,” tulis Prastowo di akun twitternya @prastow, Jumat (24/2/2023).

Baca Juga: Setelah Rafael Alun Trisambodo, KPK Minta 13.800 Pegawai Kemenkeu Laporkan Hartanya

Ia juga berpindah ke salah satu Kantor Akuntan Publik yang cukup terkenal dan banyak memiliki klien dari luar negeri. Hingga pada akhirnya mendirikan lembaga riset kebijakan pajak pada 2014.

Prastowo pun menanggapi cuitan sebelumnya yang mempertanyakan lonjakan harta yang drastis “Nah kembali ke LHKPN, kok lonjakannya dahsyat? Begini: basis LHKPN itu harta bukan hanya income. Harta itu kumulatif dan nilai terkini. Jadi kalau kita punya tanah tahun 2010 harga Rp 100 jt, bisa jadi di 2020 nilainya Rp 1 M. Emas juga demikian, termasuk saham,” bebernya.

Ia pun mengatakan bahwa kenaikan nilai hartanya bersifat apa adanya, karena merupakan akumulasi penghasilan selama 10 tahun dan revaluasi tanah atau bangunan sesuai nilai pasar. Prastowo pun mengaku, seluruh penghasilannya sah dan halal dan rutin membayar pajak sesuai dengan yang dibebankan kepadanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Rupiah Ambruk Sempat...
Rupiah Ambruk Sempat Sentuh Rp17.000 per Dolar AS, Begini Kondisi Terbarunya
2 Mobil Porsche Disita...
2 Mobil Porsche Disita KPK dari Rumah Silmy Karim Tidak Ada di LHKPN, Unsur TPPU Didalami
Kekayaan Seskab Teddy...
Kekayaan Seskab Teddy Capai Rp20,1 Miliar di LHKPN
LHKPN Terbaru, Harta...
LHKPN Terbaru, Harta Kekayaan Wapres Gibran Rp27,9 Miliar
Rekomendasi
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Bocoran 4 Calon Menkeu...
Bocoran 4 Calon Menkeu Pilihan Prabowo untuk Gantikan Sri Mulyani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved