Ciptakan 4,4 Juta Lapangan Kerja, Ini Strategi Sandiaga Uno Genjot Pariwisata di Tengah Resesi Global

Jum'at, 03 Maret 2023 - 16:55 WIB
loading...
Ciptakan 4,4 Juta Lapangan...
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Menparekraf Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno ketika mengunjungi Poltekpar Makassar, Jalan Gunung Rinjani, Tanjung Merdeka, Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Foto/Dok
A A A
MAKASSAR - Ancaman resesi global yang diprediksi terjadi pada tahun 2023 menjadi tantangan tersendiri dalam memacu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) nasional. Namun lewat adaptasi, inovasi dan kolaborasi, sektor parekraf dapat bangkit dan target penciptaan lapangan kerja sebanyak 4,4 juta optimis tercapai.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Menparekraf Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno ketika mengunjungi Poltekpar Makassar, Jalan Gunung Rinjani, Tanjung Merdeka, Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Jumat (3/3/2023).

Baca Juga: Ada Desa Wisata, Sandiaga Uno: Lapangan Kerja dan Membuka Peluang Usaha Makin Luas

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga Uno mengungkapkan pihaknya terus mengamati tren kunjungan wisatawan, baik wisatawan Nusantara maupun wisatawan mancanegara sejak awal tahun 2023. Berdasarkan data terhimpun, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan Nusantara mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Satu di antaranya terlihat dari sejumlah event yang digelar pada awal tahun, seperti F1 Powerboat di Danau Toba, Sumatera Utara. Jumlah kunjungan wisatawan yang semula diproyeksi sebanyak 25.000 orang penonton justru melonjak hingga 37.000 orang penonton.

"Jadi ini yang menunjukkan optimisme kita, bahwa memang pariwisata mengalami tantangan, karena situasi ekonomi global, tapi Indonesia masih bertumbuh dan kami yakin 2024 kita akan menciptakan 4,4 juta lapangan kerja baru," ungkap Sandiaga Uno bersemangat.

Baca Juga: Sandiaga Uno Pacu Terbukanya Lapangan Kerja Lewat Limbah Kopi

Merujuk tren positif tersebut, penyiapan SDM berkualitas diungkapkan Sandiaga Uno sangat penting. Oleh karena itu, kehadiran Poltekpar Makassar sangat penting untuk peningkatan kualitas SDM, sehingga program yang tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu dapat dihadirkan kepada masyarakat.

"Poltekpar Makassar ini mencetak SDM yang berkualitas dan kompetensinya itu bisa tersertifikasi. Itu harapan utama," ungkap Sandiaga Uno.

"Kedua, tentunya adalah lapangan kerja. Karena mereka ini lulus sudah terserap industri, tapi ada juga yang mau membuka usaha sendiri dengan menjadi enterpreneur," tambahnya.

Tak hanya itu, sebagian lulusan Poltekpar diungkapkannya berharap bisa masuk ke dalam pemerintahan. Namun lantaran adanya efisiensi birokrasi, termasuk pemangkasan ASN hingga 30 persen di masa depan, pemerintah akan menyediakan lapangan kerja lewat beragam strategi.

Satu di antaranya menggenjot investasi, sehingga dunia usaha dapat bergerak dan membuka lapangan kerja berkualitas bagi masyarakat.

"Jadi tugas kami di pemerintahan bukannya menciptakan lapangan kerja dengan merekrut sebanyak-banyaknya ASN, tapi justru menghadirkan kebijakan dengan birokrasi yang melayani," ungkap Sandiaga Uno.

"Sehingga tercipta iklim investasi dan dunia usaha yang kondusif, dan dunia usahalah yang menciptakan lapangan kerja. Itu harapan kita," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Separuh Pengusaha RI...
Separuh Pengusaha RI Setop Ekspansi 5 Tahun ke Depan, Lapangan Kerja Terancam Lesu
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
Festival Perahu Naga...
Festival Perahu Naga Bakal Meriahkan Lagi Puncak Liburan Musim Panas di Hong Kong
Bukit Peramun Bidik...
Bukit Peramun Bidik Pasar Wisatawan Singapura dan Malaysia
Rekomendasi
Brasil vs Jepang: Mampukah...
Brasil vs Jepang: Mampukah Samurai Biru Hapus Kutukan?
Soroti Kematian 5 Calon...
Soroti Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Pimpinan Komisi XIII DPR Dorong Komnas HAM Investigasi
PKS Minta Fenomena Calon...
PKS Minta Fenomena Calon Mahasiswa Tidak Daftar Ulang di PTN Jadi Evaluasi SPMB 2026
Berita Terkini
IHSG Jeblok Nyaris 1%...
IHSG Jeblok Nyaris 1% ke 5.838 Siang Ini, Ratusan Saham Merana
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Infografis
Fantastis, Ini Motor...
Fantastis, Ini Motor Bebek Termahal di Indonesia Harga Rp81 Juta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved