TBS Energi Utama Rampungkan Penerbitan Obligasi Rp500 Miliar

Senin, 06 Maret 2023 - 21:09 WIB
loading...
TBS Energi Utama Rampungkan...
Obligasi jadi sarana perusahaan mencari dana di pasar modal. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - PT TBS Energi Utama Tbk, perusahaan energi berkelanjutan, berhasil mencatatkan Obligasi I TBS Energi Utama Tahun 2023 (Obligasi) di Bursa Efek Indonesia ( BEI ) pada Senin (6/3/2023). Obligasi I TBS Energi Utama Tahun 2023 dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp500 miliar yang terdiri dari dua seri.

Baca juga: BEI Gembok Saham Waskita Karya Lantaran Tunda Bayar Bunga atas Utang Rp3,2 Triliun

Seri pertama yaitu Obligasi Seri A dengan nilai nominal sebesar Rp425 miliar dengan tingkat bunga 8,80%, jangka waktu 3 tahun sejak tanggal emisi. Sedangkan Obligasi Seri B dengan nilai nominal sebesar Rp75 miliar tingkat bunga 10%, jangka waktu 5 tahun sejak tanggal emisi.

Direktur TBS, Juli Oktarina, mengatakan transaksi penerbitan obligasi perseroan menarik minat besar dari investor, karena merupakan salah satu dari beberapa opsi pembiayaan perseroan untuk semakin memantapkan posisi keuangan ke depan, terlebih dengan kinerja keuangan yang positif sepanjang 2022.

“Kinerja keuangan positif TBS sepanjang tahun 2022 menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membiayai proyek masa depan. Penerbitan obligasi merupakan langkah awal dalam mengakses pembiayaan melalui instrumen pasar modal. Dalam 3-5 tahun mendatang, diharapkan akan memberikan lebih banyak fleksibilitas arus kas dan mendukung transformasi TBS menjadi bisnis yang berkelanjutan,” ujarnya, Senin (6/3/2022).

Juli menyampaikan penerbitan obligasi ini mendapat tanggapan positif dari pasar, baik pasar institusi maupun perorangan.

“Penerbitan Obligasi kami ini merupakan corporate action kami yang pertama setelah IPO, dan mendapatkan tanggapan yang sangat baik dari investor institusi maupun perorangan. Sekitar hampir 2% obligasi dibeli oleh investor individu. Tentunya hal ini merupakan hal yang positif karena berinvestasi di obligasi korporasi dilakukan dengan visi investasi jangka panjang," kata dia.

Juli menyampaikan terima kasih kepada para investor baik instansi maupun perorangan yang telah turut ambil bagian dalam Obligasi I TBS Energi Utama Tahun 2023 ini. Obligasi ini telah mendapat peringkat idA/Stable (Single A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dengan PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini, dan PT Mandiri Sekuritas dan PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi.

Bunga Obligasi sendiri akan dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sekali, terhitung sejak tanggal emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi. Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 3 Juni 2023, sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo masing-masing seri adalah pada tanggal 3 Maret 2026 untuk Seri A dan pada tanggal 3 Maret 2028 untuk Seri B.

SVP of Corporate Strategy & Investor Relations TBS, Nafi Achmad Sentausa, menambahkan, dengan mengakses pembiayaan melalui pasar modal, yaitu penerbitan obligasi, dapat membantu perusahaan untuk mendanai proyek-proyek perseroan ke depan sejalan dengan transformasi menuju bisnis hijau.

Dengan rekam jejak pertumbuhan dan eksekusi proyek selama ini, ditopang dengan tim yang kuat dan berpengalaman, Nafi optimistis perseroan akan terus bertumbuh dan mencapai targetnya menjadi perusahaan energi terintegrasi yang berfokus pada keberlanjutan.

Baca juga: Aldila Jelita Tepis Kuasai Uang Sumbangan Raffi Ahmad untuk Indra Bekti

“Pendapatan dan arus kas yang kami peroleh akan digunakan untuk pengembangan bisnis hijau di Indonesia yang meliputi transformasi pasar kendaraan roda 2 dengan nilai pasar hingga USD9 miliar, dan juga memposisikan perseroan dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia yang potensinya hingga 2030 mencapai 20GW,” kata Nafi.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
Nasdem Dukung Bareskrim...
Nasdem Dukung Bareskrim Berantas Manipulasi Pasar Modal
Regulator Mundur, IHSG...
Regulator Mundur, IHSG Tersungkur: Ketika Krisis Kepercayaan Menghantam Pasar Modal
Rekomendasi
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Anang Hermansyah Kompak...
Anang Hermansyah Kompak Wisuda Bareng Ashanty dan Azriel di UNAIR, Raih Gelar S2 dan S3
Piala Dunia 2026: Jepang...
Piala Dunia 2026: Jepang 2 Kali Koyak Gawang Tunisia di Babak Pertama
Berita Terkini
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
Infografis
10 Fakta Konflik AS...
10 Fakta Konflik AS - Venezuela: Perebutan Pengaruh dan Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved