Kandidat Ketua Umum Gapki Mengerucut ke Dua Figur

Rabu, 08 Maret 2023 - 03:29 WIB
loading...
Kandidat Ketua Umum...
Kandidat Ketua Umum Gapki Dwi Sutoro (kanan) bersama Sekretaris Urusan Perdagangan dan Keberlanjutan Gapki, Mustafa Muhammad Daulay saat berbincang dengan wartawan di Bali, Selasa malam (7/3/2023).
A A A
BALI - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia ( Gapki ) menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) Ke XI di Bali pada 8-10 Maret 2023. Agenda utama munas ini memilih Ketua Umum Gapki untuk periode 2023-2028.

Dua hari jelang munas, dua nama santer akan bersaing ketat menjadi orang nomor satu menggantikan Joko Supriyono sebagai Ketua Umum. Mereka yakni Eddy Martono yang saat ini sebagai Sekretaris Jenderal Gapki dan Direktur Pemasaran Holding PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) Dwi Sutoro yang disebut-sebut sebagai pesaing utamanya.

Selain kedua kandidat tersebut juga terdapat delapan nama lain. Mereka adalah Wakil Ketua Umum urusan Kebijakan Publik, Susanto Yang; Wakil Ketua Umum Urusan Organisasi, Kacuk Sumarto; Bendahara Umum, Mona Surya; Wakil Bendahara Umum, Tjokro Putro Wibowo.

(Baca juga:Mentan: Pemerintah All Out Dukung Gapki)

Selanjutnya ada Sekretaris Urusan Perdagangan dan Keberlanjutan Gapki, Mustafa Muhammad Daulay; Ketua Bidang Sustainability Bambang Dwi Laksono; Ketua Bidang Implementasi ISPO, M. Hadi Sugeng; serta Ketua Gapki Cabang Kalimantan Tengah (Kalteng), Dwi Darmawan.

Soal hadirnya Dwi Sutoro yang disebut-sebut sebagai pesaing utamanya, Eddy malah mengaku senang. “Inilah dinamika berorganisasi itu. Gapki semakin berwarna,” ujarnya di Bali, Selasa petang (7/3/2023).

Apapun hasilnya nanti, Eddy berharap agar semua insan Gapki legowo menerima. “Perbedaan adalah simpul satu sama lain. Kita harus tetap bersama, saling topang dan rangkul,” pintanya.

Jika terpilih menjadi Ketua Umum Gapki periode 2023-2028, Eddy akan mendorong Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) berjalan lancar. Soalnya, kalau PSR lancar, ini akan bisa menopang produktifitas minyak sawit nasional yang empat tahun belakangan trendnya menurun.

(Baca juga:Gapki Perlu Perkuat Diplomasi dan Komunikasi Luar Negeri)

Padahal kebutuhan minyak sawit dari tahun ke tahun selalu meningkat. Data terakhir menunjukkan, konsumsi dalam negeri sudah mencapai 21 juta ton. Kebutuhan minyak sawit dalam negeri tahun ini diyakini akan meningkat menyusul diterapkannya mandatori B35. “Penerapan B35 akan ada tambahan kebutuhan sekitar 3 juta ton CPO,” kata Eddy.

Karena itulah, kata Eddy, jika terpilih menjadi Ketua Umum Gapki, dirinya juga akan mendorong dibuatnya roadmap industri sawit nasional. Karena dengan peta jalan tersebut akan jelas penggunaan minyak nabati ini.

“Dengan roadmap ini kita akan tau berapa juta ton kebutuhan minyak sawit untuk pangan, energi maupun untuk ekspor. Sebab ekspor ini juga sangat penting untuk menambah pundi-pundi devisa negara,” kata Eddy.

Sementara itu, di tempat berbeda Dwi Sutoro tak menampik jika dirinya merupakan kandidat yang akan bersaing ketat dengan Eddy Martono. “Sejatinya saya tidak tau apakah saya ini dicalonkan atau tidak, karena sampai saat ini secara resmi belum diketahui siapa-siapa saja yang akan maju sebagai bakal calon ketua umum. Tapi kalau ada pihak yang mendukung saya, saya siap mengemban amanat itu,” kata lelaki kelahiran Salatiga, Jawa Tengah ini.

(Baca juga:Gapki Bentuk Satgas Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat)

Dwi Sutoro yang saat ini sebagai Ketua Bidang Agro Industri Gapki ini mengatakan bahwa Gapki merupakan organisasi besar dan strategis yang mengurusi komoditi kelapa sawit di Indonesia. Karena itu, keberadaan Gapki ke depan harus diperkuat.

Jika dirinya terpilih sebagai Ketua Umum Gapki dirinya akan mendorong organisasi ini yang dibutuhkan perkebunan kelapa sawit nasional. “Berbicara soal sawit, tidak hanya di hulunya saja, tapi juga harus di hilirnya. Kenapa demikian, karena ini kita sudah berbicara pada rantai pasok. Jika hilirnya bermasalah atau lagi terkena masalah, pasti di hulunya juga akan kena dampaknya,” kata Dwi Sutoro.

Dia mengungkapkan, pentingnya tunduk kepada aturan dan regulasi yang diterapkan pemerintah. Apabila ada aturan yang kurang relevan, maka akan berdampak terhadap semua. “Sebab itu, Gapki sebagai organisasi harus kredibel sebagai mitra pemerintah,” tandas dia.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
10 Perusahaan Diduga...
10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara
Kembaran Hijau Gas Alam...
Kembaran Hijau Gas Alam Siap Jadi Pengganti LPG
Ketidakpastian HGU Dinilai...
Ketidakpastian HGU Dinilai Ancam Program Biodiesel B50 dan Masa Depan Industri Sawit Nasional
Rencana Ekspor Sawit...
Rencana Ekspor Sawit melalui BUMN, POPSI: Jangan Mengulang Kesalahan BPPC
Pastikan Mandatori Biodiesel...
Pastikan Mandatori Biodiesel B50 Berhasil, Hulu Sawit dan Kepastian Hukum Butuh Perbaikan
Mengelola Sawit untuk...
Mengelola Sawit untuk Indonesia yang Kuat
Dukung Polisi Denda...
Dukung Polisi Denda Perusahaan Pencemar Lingkungan, Sahroni: Normalisasi Perusakan Ekologis sebagai Kejahatan Berat!
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Rekomendasi
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved