Indonesia Menegaskan Komitmen Jadi Mitra Potensial Sektor Industri Dunia

Jum'at, 10 Maret 2023 - 07:05 WIB
loading...
Indonesia Menegaskan...
Press Briefing Indonesia Partner Country Hannover Messe 2023 di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (8/3/2023). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional, Kementerian Perindustrian ( Kemenperin ), Eko S.A. Cahyanto menyatakan, bahwa partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country Hannover Messe 2023 adalah tidak hanya sebagai sebuah branding.

“Bagi Indonesia, partisipasi ini tidak hanya sebagai ajang branding, tetapi juga untuk mendorong peningkatan kapabilitas manufaktur Indonesia dan pembangunan infrastruktur digital,” ujarnya.

Baca Juga: Penggunaan Biodiesel Jadi Upaya Sektor Industri Jaga Lingkungan

Pernyataan ini diperkuat oleh Direktur Kerja Sama Internasional Deutsche Messe AG, Marco Siebert yang menyatakan bahwa Indonesia memiliki masa depan yang cerah sehingga berpotensi besar menjadi mitra dalam mengembangkan industri global .

"Saya belajar tentang Indonesia, dan ternyata Indonesia itu adalah negara yang indah, negara yang menyenangkan dengan budaya yang sangat bagus serta orang-orangnya yang ramah, dan yang terpenting Indonesia memiliki masa depan yang baik dengan banyaknya kaum muda. Hal-hal inilah yang bisa menjadi alasan bagi siapapun untuk datang ke Indonesia," kata Siebert dalam Press Briefing Indonesia Partner Country Hannover Messe 2023 di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (8/3/2023).

Dalam industri global, katanya, pasar tidak dibangun secara individu, tetapi harus bekerja sama dan berkolaborasi. Contohnya adalah kerja sama yang telah dilakukan Indonesia dengan Jerman, yang telah membuahkan hasil di sektor industri global.

Kehadiran Indonesia sebagai Official Partner Country di Hannover Messe 2023, juga menunjukkan perhatian dan harapan besar dari pihak penyelenggara dan Pemerintah Jerman, mengenai arti penting peran dan posisi Indonesia dalam kancah perekonomian global. Khususnya di sektor industri yang dapat makin memperkuat hubungan kerja sama Indonesia dengan Jerman.

Baca Juga: Pandemi Bikin Perusahaan Percepat Adopsi Teknologi Industri 4.0

Untuk diketahui, Indonesia akan kembali melanjutkan partisipasi sebagai Official Partner Country pada pameran teknologi industri terbesar di dunia, Hannover Messe 2023, setelah sebelumnya di tahun 2021 juga menjadi Official Partner Country.

Indonesia menjadi negara ASEAN pertama sebagai partner country untuk ketiga kalinya di pameran dagang industri internasional di Jerman. Penyelenggaraan Hannover Messe 2021 sepenuhnya dilakukan secara digital, karena kondisi pandemi COVID-19.

Di saat yang sama, Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Iklim Usaha dan Investasi, Andi Rizaldi menegaskan, bahwa keikutsertaan Indonesia sebagai Official Partner Country sejalan dengan inisiatif strategis Making Indonesia 4.0.
Hal tersebut dikatakan Andi sebagai upaya Indonesia menjawab tantangan revolusi industri ke-4.

“Ini juga akan mengarah pada peningkatan keberlanjutan inklusif, bisnis startup dan pengembangan teknologi, serta untuk mendukung ekonomi sirkular,” kata Andi.

Hannover Messe, katanya, merupakan pameran industri terbesar di dunia yang setiap tahun diselenggarakan di kota Hannover. Ajang internasional itu rata-rata dihadiri 225.000 pengunjung dan diikuti perusahaan besar dari seluruh dunia.

Peran Indonesia di Hannover Messe 2023

Sementara Direktur Eropa II, Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Winardi Hanafi Lucky di saat yang sama juga menegaskan, jika pihaknya akan menggaungkan peran Indonesia sebagai Official Partner Country ke lebih dari 130 perwakilan di Amerika, Eropa, dan Asia Pasifik. Dukungan itu sejalan dengan prioritas Indonesia dalam diplomasi ekonomi.

"Hannover Messe 2023 merupakan kesempatan langka dan harus dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh pelaku industri," ujarnya.

Indonesia, lanjutnya, adalah salah satu mitra dagang penting untuk Jerman yang ditandai dengan Jakarta Declaration pada 2012. "Jakarta Declaration itu bertujuan untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara," urainya.

Hannover Messe akan berlangsung pada tanggal 17-21 April 2023, dengan upacara pembukaan akan dilakukan pada 16 April 2023. Indonesia berencana mendatangkan sekitar 157 exhibitor di event tersebut. Sebelumnya, Indonesia pernah menjadi Official Partner Country Hannover Messe pada 1995 dan 2021.

Sukseskan Hannover Messe 2023

Sementara Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian Maritim, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Septriana Tangkary mengajak, media baik cetak maupun elektronik serta humas pemerintah turut menggaungkan peran penting Indonesia di event Hannover Messe 2023. Indonesia menjadi Official Partner Country pameran besar industri dunia tersebut, artinya Indonesia dianggap sebagai salah satu kekuatan ekonomi, khususnya di sektor industri.

“Kita mengajak seluruh Kementerian dan Lembaga (K/L) dan media serta seluruh humas, bahwa Hannover Messe ini adalah ajang Indonesia membangun dan menyajikan keunggulan dan kekuatan industri-industrinya ke dunia internasional,” ujarnya.

Dukungan dari media dikatakannya akan makin menggaungkan peran Indonesia di kancah internasional. “Dengan keterbukaan informasi yang kita lakukan bersama, maka orang (dan investor) akan bisa datang (ke paviliun Indonesia di Hannover Masse),” kata Septriana Tangkary.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
Koelnmesse dan AMARA...
Koelnmesse dan AMARA Expo Jalin Kemitraan, Dorong Pertumbuhan Pameran Dagang di Indonesia
Industri AMDK di Antara...
Industri AMDK di Antara Tekanan Energi dan Logistik, Menunggu Keberpihakan Negara
Wamenperin Jajaki Investasi...
Wamenperin Jajaki Investasi di Rusia, dari Nuklir hingga Industri Halal
Industri Tekstil Kena...
Industri Tekstil Kena Efek Perang, Harga Bahan Baku Melonjak 40%
Terjepit Dua Tekanan...
Terjepit Dua Tekanan Besar, Industri Manufaktur Indonesia Mendekati Batas Stagnasi
MNC University dan BPSDMI...
MNC University dan BPSDMI Kemenperin Teken MoU di PIDI 4.0, Perkuat SDM Industri Berbasis Digital dan Vokasi
Industri Modifikasi...
Industri Modifikasi Raih Legitimasi Negara, Kemenperin Dukung IMX 2025 sebagai Standar Kualitas Nasional
Wamenperin dan Menteri...
Wamenperin dan Menteri Rusia Sepakat Perkuat Kerja Sama Industri Strategis
Rekomendasi
Pianis Dunia Rueibin...
Pianis Dunia Rueibin Chen Akan Tampil di Jakarta, Bawakan Mahakarya Brahms
Kanada vs Bosnia Imbang...
Kanada vs Bosnia Imbang 1-1 di Laga Pembuka Grup B Piala Dunia 2026
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Berita Terkini
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved