Melambat, Ekspor Indonesia Capai USD21,4 Miliar di Februari
Rabu, 15 Maret 2023 - 13:16 WIB
loading...
Nilai ekspor Indonesia pada bulan Februari 2023 mencapai USD21,40 miliar. Foto/SINDOnews/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada bulan Februari 2023 mencapai USD21,40 miliar. Angka ini turun 4,15% dibanding ekspor Januari 2023.
Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M Habibullah menjelaskan, untuk ekspor minyak dan gas (migas), terjadi penurunan secara month-to-month (mtm) sebesar 20,26% atau mencapai USD20,21 dibandingkan Januari 2023. Penurunan ini disebabkan oleh nilai hasil minyak turun 43,87%, nilai gas turun 14,78%.
"Nilai ekspor kembali melambat secara bulanan di Februari 2023, tetapi tidak sedalam bulan sebelumnya," ujar Habibullah dalam rilis resmi BPS di Jakarta, Rabu (15/3/2023).
Adapun ekspor nonmigas di Februari 2023 tercatat turun sebesar 3,00% atau mencapai USD20,21 miliar dibandingkan Januari 2023. Penurunan ekspor nonmigas ini disebabkan oleh komoditas bahan bakar mineral sebesar USD277,0 juta atau turun 6,51%.
Kemudian, komoditas logam mulia dan perhiasan permata turun 30,07%. Lalu biji logam, terak dan abu turun 29,86%. Demikian juga alas kaki turun 13,78%. Untuk komoditas mesin dan peralatan mekanis turun 11,93%.
Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M Habibullah menjelaskan, untuk ekspor minyak dan gas (migas), terjadi penurunan secara month-to-month (mtm) sebesar 20,26% atau mencapai USD20,21 dibandingkan Januari 2023. Penurunan ini disebabkan oleh nilai hasil minyak turun 43,87%, nilai gas turun 14,78%.
"Nilai ekspor kembali melambat secara bulanan di Februari 2023, tetapi tidak sedalam bulan sebelumnya," ujar Habibullah dalam rilis resmi BPS di Jakarta, Rabu (15/3/2023).
Adapun ekspor nonmigas di Februari 2023 tercatat turun sebesar 3,00% atau mencapai USD20,21 miliar dibandingkan Januari 2023. Penurunan ekspor nonmigas ini disebabkan oleh komoditas bahan bakar mineral sebesar USD277,0 juta atau turun 6,51%.
Kemudian, komoditas logam mulia dan perhiasan permata turun 30,07%. Lalu biji logam, terak dan abu turun 29,86%. Demikian juga alas kaki turun 13,78%. Untuk komoditas mesin dan peralatan mekanis turun 11,93%.
Lihat Juga :