Silicon Valley Bank Ambruk, Ngaruh ke Pendanaan Startup Indonesia?

Sabtu, 18 Maret 2023 - 22:30 WIB
loading...
Silicon Valley Bank...
Ambruknya SVB tak akan berdampak pada pendanaan startup Indonesia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kolapsnya Silicon Valley Bank (SVB) pekan lalu menimbulkan kekhawatiran bagi masa depan pendanaan startup di seluruh dunia. Bagaimana tidak, perusahaan rintisan kini kehilangan bank andalannya dalam memberikan pendanaan.

Baca juga: Punya Harta Rp900 Miliar, Sharon Stone Nangis Kehilangan Setengah Uangnya di Silicon Valley Bank

Situasi itu, ini tentunya juga menimbulkan pertanyaan tersendiri, bagaimana keberlanjutan startup di Indonesia?

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, kolapsnya SVB tidak memberikan pengaruh langsung terhadap startup di Indonesia. Pasalnya, startup di Indonesia tidak berhubungan langsung dengan SVB yang mayoritas nasabahnya berada di Silicon Valley.

Selain itu, adanya perbedaan karakteristik sistem pendanaan startup di Indonesia juga menjadi latar belakang mengapa SVB tidak berpengaruh secara langsung.

“Kalau di Indonesia, mayoritas pendanaan startup berasal dari perusahaan di luar negeri, bukan bank nasional. Kita tidak memiliki sistem pendanaan dalam negeri yang dikhususkan untuk startup. Jadi kolapsnya SVB tidak langsung membuat kolaps bank nasional atau memengaruhi ekonomi, karena memang pendanaan startup kita paling banyak dari perusahaan luar negeri dan tidak berkumpul di satu titik,” ujar Tauhid kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (18/3/2023).

Namun, kejadian SVB tentu memengaruhi startup dalam mencari pendanaan. Dengan adanya suku bunga yang tinggi dan kolapsnya SVB membuat investor mulai menutup diri, menyebabkan banyak startup yang berguguran. Sumber pendanaan yang tadinya murah, berubah menjadi mahal sehingga startup kehilangan dorongan atau bantuan untuk membakar uang.

Tauhid mengatakan, momentum ini dapat dijadikan sebagai waktu bagi startup untuk berbenah dan melakukan efisiensi, khususnya pada aspek yang berkaitan dengan manajemen perusahaan. Startup juga bisa fokus untuk mengembangkan produk yang ditawarkan dan berfokus untuk bisa mempertahankan bisnisnya.

“Ini menjadi pukulan telak. Kita melihat banyak yang kapitalisasi, valuasi dan asetnya besar sekali, tapi secara kondisi riilnya rapuh. Saya rasa mereka jangan fokus untuk pertumbuhan yang cepat dalam waktu singkat, yang paling penting itu bagaimana bisa bertahan,” imbuhnya.

Tauhid menambahkan, momentum ini juga bisa digunakan oleh pemerintah untuk mulai memberikan fasilitas pendanaan dalam negeri khusus untuk startup melalui bank-bank badan usaha milik negara (BUMN). Pemerintah mulai bisa menyeleksi startup yang masih kesulitan dalam pendanaan namun memiliki potensi dan kinerja yang mumpuni.

Baca juga: Realme C55 NFC Hadirkan Fitur Kamera untuk Dukung Street Fotografi

“Selain itu, ini juga bisa dijadikan momen bagi startup untuk mulai melantai di bursa, khususnya bagi startup yang besar-besar. Banyak potensi yang bagus, tapi sumber pendanaannya belum ke publik,” pungkasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Peluang Investasi Startup...
Peluang Investasi Startup di Era Tech Winter
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Drama Rp34 Triliun!...
Drama Rp34 Triliun! Pendiri Startup AI Manus Dicekal di China Usai Dicaplok Meta
Kunjungi BRIN, Verrell...
Kunjungi BRIN, Verrell Bramasta: Komisi X Komitmen Kawal Kebijakan Riset dan Inovasi
Rekomendasi
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved