Paparkan Kinerja 2022, Bos GoTo: Kami Berada di Jalur yang Tepat
Senin, 20 Maret 2023 - 18:59 WIB
loading...
A
A
A
Sepanjang kuartal keempat, jumlah konsumen loyal On-Demand Services dan E-commerce tumbuh sebesar 19% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan nilai transaksi mencapai lebih dari 60% dari total GTV4. Hal ini turut mendorong peningkatan margin kontribusi per pelanggan di kuartal empat, sebesar lebih dari 50% dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan semakin berkurangnya insentif.
Bersamaan dengan itu, perseroan mencatat peningkatan take rate sebesar 234 bps dan 32 bps dari tahun sebelumnya, masing-masing untuk On-Demand Services dan E-Commerce.
Sementara itu, rugi bersih di kuartal keempat 2022 adalah sekitar Rp19,5 trilliun, dan Rp40,4 triliun untuk tahun lalu, meningkat dari Rp10,2 triliun di kuartal keempat 2021 dan Rp25,9 triliun di tahun 2021 (secara proforma). Hal ini dikarenakan beberapa aspek non kas maupun peristiwa yang hanya dilakukan satu kali, yang tidak mencerminkan kinerja bisnis inti perseroan.
Aspek-aspek tersebut mencakup penurunan nilai goodwill (goodwill impairment) sebesar Rp11 triliun terkait dengan penggabungan Gojek dan Tokopedia, investasi di JD, serta peningkatan beban kompensasi berbasis saham, dikarenakan adanya penyesuaian asumsi masa kerja karyawan, serta beban restrukturisasi.
Baca juga: Terima Kasih Mohammad Ahsan Telah Menginspirasi Dunia
Dengan mengesampingkan beban tersebut, rugi bersih kuartal keempat 2022 adalah sekitar Rp6,5 triliun, dengan perbaikan 36% dibandingkan tahun sebelumnya, dan 3% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Bersamaan dengan itu, perseroan mencatat peningkatan take rate sebesar 234 bps dan 32 bps dari tahun sebelumnya, masing-masing untuk On-Demand Services dan E-Commerce.
Sementara itu, rugi bersih di kuartal keempat 2022 adalah sekitar Rp19,5 trilliun, dan Rp40,4 triliun untuk tahun lalu, meningkat dari Rp10,2 triliun di kuartal keempat 2021 dan Rp25,9 triliun di tahun 2021 (secara proforma). Hal ini dikarenakan beberapa aspek non kas maupun peristiwa yang hanya dilakukan satu kali, yang tidak mencerminkan kinerja bisnis inti perseroan.
Aspek-aspek tersebut mencakup penurunan nilai goodwill (goodwill impairment) sebesar Rp11 triliun terkait dengan penggabungan Gojek dan Tokopedia, investasi di JD, serta peningkatan beban kompensasi berbasis saham, dikarenakan adanya penyesuaian asumsi masa kerja karyawan, serta beban restrukturisasi.
Baca juga: Terima Kasih Mohammad Ahsan Telah Menginspirasi Dunia
Dengan mengesampingkan beban tersebut, rugi bersih kuartal keempat 2022 adalah sekitar Rp6,5 triliun, dengan perbaikan 36% dibandingkan tahun sebelumnya, dan 3% dibandingkan kuartal sebelumnya.
(uka)
Lihat Juga :