Stop Jor-joran Bakar Uang, GOTO Pangkas Beban Kuartalan Rp2,8 Triliun

Selasa, 21 Maret 2023 - 06:04 WIB
loading...
Stop Jor-joran Bakar...
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mencatatkan pertumbuhan jumlah pelanggan dan transaksi di tengah pemangkasan biaya promosi dan pemasaran. Foto/GOTO
A A A
JAKARTA - Efisiensi yang dilakukan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada pos promosi dan pemasaran di kuartal IV-2022 lalu mampu menekan pengeluaran perseroan secara signifikan hingga 34%. Pada pos pengeluaran tersebut, GOTO tercatat merealisasikan pengurangan beban kuartalan sebesar Rp2,8 triliun.

Di bagian lain, pemangkasan promosi tersebut tak mengurangi jumlah pelanggan loyal perseroan di segmen on-demand services dan e-commerce, yang justru tercatat tumbuh 19% secara tahunan (Year on Year/YoY). Berdasarkan keterangan resmi perseroan, Gross Transaction Value (GTV) yang berasal dari pelanggan berkualitas tumbuh 33% dibandingkan tahun sebelumnya, atau setara dengan nilai Rp613 triliun. Sementara, take rate tahun 2022 pada segmen bisnis on-demand services dan e-Commerce tumbuh masing-masing 234 basis poin (bps) dan 32 bps dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: GOTO Catat Rugi Bersih Rp40,4 Triliun di Tahun 2022

Perkembangan tersebut direspons positif oleh analis MNC Sekuritas Andrew Sebastian Susilo. "Menurut kami, apa yang dapat menopang pertumbuhan ekosistem GOTO di masa datang bergantung pada pelanggan setianya," ungkap Andrew dalam risetnya yang dikutip, Selasa (21/2/2023).

Berdasarkan pengamatan dalam dua tahun terakhir, kata Andrew, salah satu pesaing terdekat GOTO menghabiskan lebih banyak biaya promosi, rata-rata hingga 6,4% dari ukuran platformnya (kuartal I-2021 sampai kuartal III-2022). Sedangkan GOTO, pada periode yang sama hanya menghabiskan 2,2% dari ukuran platformnya untuk promosi. Artinya, kata Andrew, baik GOTO maupun pesaingnya sama-sama berupaya mengakhiri era "bakar uang" di industri on-demand lewat rasionalisasi biaya promosi di tahun 2022.

Sepanjang tiga kuartal pada tahun 2022 saja, kata dia, promosi GOTO terhadap size platformnya telah turun sebesar -220 bps. Kendati demikian, jumlah pelanggan loyal perseroan terus tumbuh. Kelengkapan ekosistem GOTO, imbuh Andrew, akan menguntungkan perusahaan untuk meningkatkan monetisasi lebih lanjut. "Dengan memiliki portofolio yang komprehensif di seluruh ekosistem digitalnya, kami yakin GOTO jauh lebih baik dalam menjaga loyalitas pelanggan," tuturnya.

Selain efisiensi biaya promosi dan marketing, lanjut dia, GOTO juga merealisasikan optimasi biaya dari perampingan struktur organisasi sehingga diyakini bisa lebih gesit dan produktif. Pada November 2022, GOTO mengikuti pendekatan pengoptimalan biaya operasional (operational expenditure) terutama melalui perampingan jumlah karyawan.

Baca Juga: Vladimir Putin: Hubungan Rusia dan China Tanpa Batasan

"Dengan mempertimbangkan langkah-langkah perampingan jumlah karyawan pada November 2022 dan Maret 2023, kami perkirakan GOTO dapat menghemat Rp91 miliar per bulan atau Rp274 miliar per kuartal dan Rp1,1 triliun per tahun. Perhatikan bahwa ini tidak termasuk pesangon, yang dapat menyebabkan hasil menjadi lebih konservatif, namun tetap memiliki dampak yang cukup besar terhadap arus kas operasi perusahaan," paparnya.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Grup GOTO Jacky Lo melalui keterangan resminya mengatakan bahwa upaya mendorong penghematan beban serta pengurangan biaya telah menciptakan perbaikan indikator profitabilitas lebih cepat dari perkiraan. GOTO, tegas dia, berada dalam jalur yang tepat untuk mencapai EBITDA disesuaikan (adjusted) yang positif pada kuartal IV-2023.

"Sepanjang 2022, kami terus mencatatkan pertumbuhan konsisten di tengah ketidakpastian makroekonomi seiring dengan pengelolaan beban secara menyeluruh, melalui pelaksanaan efisiensi struktural di seluruh bagian organisasi," kata Jacky.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Kinerja Keuangan BRI...
Kinerja Keuangan BRI Kokoh hingga Triwulan I 2026, Likuiditas dan Permodalan Terjaga
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Gelar RUPST, Krom Bank...
Gelar RUPST, Krom Bank Cetak Kinerja Kuat di Sepanjang 2025
Indocement Bagikan Dividen...
Indocement Bagikan Dividen Rp1,54 Triliun, Setujui Perubahan Pengurus
SIG Bagikan Seluruh...
SIG Bagikan Seluruh Laba 2025 Rp190,8 Miliar sebagai Dividen Tunai
Awali 2026 dengan Kinerja...
Awali 2026 dengan Kinerja Solid, Telkom Buktikan Komitmen Disiplin Operasional
Rupiah dalam Pusaran...
Rupiah dalam Pusaran Greenback
Kinerja Positif, Bea...
Kinerja Positif, Bea Cukai Sumbagbar Tingkatkan Penerimaan dan Pengawasan
Rekomendasi
Aksi Formula E Berlanjut...
Aksi Formula E Berlanjut ke Sanya, Saksikan Live di VISION+
Kepulangan Haji Capai...
Kepulangan Haji Capai 55 Persen, Kemenhaj Puji Kedisiplinan Jemaah Haji Indonesia
Davina Karamoy Kembalikan...
Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku dari Hanania Travel ke Penyidik
Berita Terkini
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Menghadapi Tekanan Ekonomi,...
Menghadapi Tekanan Ekonomi, Agen Asuransi Jiwa Terus Tingkatkan Kapasitas lewat MDRT Day 2026
7 BUMN Kolaborasi Gelar...
7 BUMN Kolaborasi Gelar Blue Impact, Lestarikan Terumbu Karang dan Berdayakan Masyarakat Pesisir
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved