The Fed Kerek Suku Bunga, Gimana Nasib Rupiah?

Jum'at, 24 Maret 2023 - 14:11 WIB
loading...
The Fed Kerek Suku Bunga,...
Ekonom mengungkapkan risiko kenaikan suku bunga bank sentral AS. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - The Fed kembali menaikkan suku bunga acauan sebesar 0,25% dengan tingkat suku bunga inti AS sekarang berada di kisaran 4,75% hingga 5%.

Ekonom sekaligus Direktur Celios Bhima Yudhistira menilai dampak naiknya suku bunga Fed cenderung negatif ke ekonomi terutama pergerakan rupiah dan tambahan beban biaya pinjaman korporasi dan pemerintah khususnya pinjaman valas.

"Rupiah bisa melemah konsisten hingga level Rp15.500-Rp15.600 dalam waktu dekat terlebih Bank Indonesia (BI) belum ikut naikkan suku bunga acuan," ujar Bhima saat dihubungi, Jumat (24/3/2023).

Baca Juga: Respons Krisis Bank di AS, The Fed Kerek Suku Bunga Tertinggi Sejak 2007

Efek lainnya, bunga utang pemerintah makin mahal dan perusahaan yang sudah overleverage juga terkena imbas naiknya biaya pinjaman. "Perbankan di dalam negeri mungkin masih diuntungkan karena NIM cukup lebar dan laba bank tetap gemuk," ucap Bhima.

Namun, hal tersebut berujung pada perusahaan banyak yang melakukan restrukturisasi pinjaman karena utang makin mahal dan tentu mengganggu langkah ekspansi.

"Jika BI menahan suku bunga aset berbasis bunga seperti surat utang denominasi rupiah menjadi kurang menarik. Ini akan picu pergeseran minat investasi asing," ungkap Bhima.

Baca Juga: Tok! Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%

Sementara, dampak ke IHSG justru negatif dalam jangka panjang karena risiko investasi di portofolio saham jadi meningkat kalau BI tidak buru-buru menyamakan kenaikan suku bunga Fed. "IHSG naik temporer karena musim bagi-bagi dividen saja," jelasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rekomendasi
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Berita Terkini
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved