Alumni STAN Jangan Hanya Pintar Menghitung, Sri Mulyani: Jadi Pembuat Kebijakan
Sabtu, 18 Juli 2020 - 21:35 WIB
loading...
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani berharap seluruh alumni Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN dapat menjadi seorang pembuat kebijakan ekonomi yang berdampak positif bagi keuangan negara. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani berharap seluruh alumni Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN dapat menjadi seorang pembuat kebijakan ekonomi yang berdampak positif bagi keuangan negara. Pasalnya, selama ini dirinya kerap menemukan mahasiswa yang sudah lulus, tapi tak bisa menciptakan sebuah kebijakan ekonomi, disaat negara sedang dalam krisis.
"Mereka harus jadi policy maker yang tangguh, tidak hanya ngitung-ngitung. Mereka akan menjadi pemimpin, karena itu perlu pembekalan yang makin lengkap," kata wanita yang karib disapa Ani dalam diskusi virtual, Sabtu (18/7/2020).
(Baca Juga: Sri Mulyani Stop Penerimaan CPNS Kemenkeu dan Pendaftaran STAN hingga 5 Tahun ke Depan )
Dia mengaku akan mengubah sistem rekrutmen dan kurikulum yang ada di STAN selama ini. Namun, sesuatu yang telah baik tetap akan dijalankan pihaknya demi mencetak generasi bangsa yang ahli dalam mengelola keuangan negara.
"Rekrutmen akan seperti apa? Hal yang bagus akan kita jaga. Kita ingin PKN STAN suatu kampus yang bhinneka. Kita ingin kurikulum yang direview kembali," ujarnya.
"Mereka harus jadi policy maker yang tangguh, tidak hanya ngitung-ngitung. Mereka akan menjadi pemimpin, karena itu perlu pembekalan yang makin lengkap," kata wanita yang karib disapa Ani dalam diskusi virtual, Sabtu (18/7/2020).
(Baca Juga: Sri Mulyani Stop Penerimaan CPNS Kemenkeu dan Pendaftaran STAN hingga 5 Tahun ke Depan )
Dia mengaku akan mengubah sistem rekrutmen dan kurikulum yang ada di STAN selama ini. Namun, sesuatu yang telah baik tetap akan dijalankan pihaknya demi mencetak generasi bangsa yang ahli dalam mengelola keuangan negara.
"Rekrutmen akan seperti apa? Hal yang bagus akan kita jaga. Kita ingin PKN STAN suatu kampus yang bhinneka. Kita ingin kurikulum yang direview kembali," ujarnya.
Lihat Juga :