Aksi Korporasi Warnai Bursa Sepekan, Akulaku Borong Saham BBYB hingga Obligasi Protelindo

Minggu, 26 Maret 2023 - 10:23 WIB
loading...
Aksi Korporasi Warnai...
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sejumlah aksi korporasi yang dilakukan para emiten dalam sepekan. Foto/MPI/Astra Bonardo
A A A
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sejumlah aksi korporasi yang dilakukan para emiten dalam sepekan perdagangan, 20-24 Maret 2023. Hal ini tercatat pada Keterbukaan Informasi BEI sesuai pelaporan yang dilakukan emiten.

Mengawali pekan, pada Senin (20/3), saham milik PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) terus diborong oleh PT Akulaku Silvrr Indonesia mencapai 24 juta saham.

Sebelumnya, Akulaku juga diketahui sempat menambah 15,09 juta lembar saham di BBYB yang divalidasi pada 17 Maret 2023 lalu. Transaksi inidifasilitasi oleh PT OCBC Sekuritas Indonesia.

Pada Jumat (24/3), BBYB juga melaporkan bahwa Akulaku menambah 13,4 juta saham lagi yang transaksi tercatat pada 21 Maret 2023. Dengan demikian, kepemilikan saham BBYB oleh Akulaku menjadi 26,10%.

Kembali ke Senin (20/3), Wakil Presiden Direktur Independen PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), Terence Donald O’Connor mengumumkan telah membeli 465.000 lembar saham LPPF dengan harga Rp4.948 per saham pada 7 Maret 2023. Usai transaksi tersebut, kepemilikan saham langsung Terence di LPPF nanjak dari 0,12% menjadi 0,14%.

Baca juga: Fakta-fakta Bursa Sepekan: IHSG Naik 1,26 Persen dan Kapitalisasi Pasar Tembus Rp9.390,840 T

Selanjutnya pada Jumat (24/3), Obligasi Berkelanjutan III Protelindo Tahap II Tahun 2023 yang diterbitkan oleh PT Profesional Telekomunikasi Indonesia mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal Rp2.906.500.000.000,00.

Hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia untuk Obligasi Berkelanjutan III Protelindo Tahap II Tahun 2023 adalah AAA(idn) (Triple A). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Permata Tbk.

Baca juga: 20 Emiten Bakal Cari Tambahan Modal, Paling Banyak dari Sektor Keuangan

Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2023 adalah 20 emisi dari 19 emiten senilai Rp25,43 triliun. Dengan pencatatan ini maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 520 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp450,38 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 127 emiten.

Selain itu, Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 188 seri dengan nilai nominal Rp5.468,00 triliun dan USD452,11 juta. EBA sebanyak 8 emisi senilai Rp3,27 triliun.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Polda Riau Tetapkan...
Polda Riau Tetapkan Korporasi Raksasa Sawit Jadi Tersangka Kasus Perusakan Lingkungan
Melawan Jeruji Korporasi:...
Melawan Jeruji Korporasi: Lika-Liku Yusof Ferdinand Raih Gelar Doktor Hukum
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
Rekomendasi
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah...
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air
PKS Minta Fenomena Calon...
PKS Minta Fenomena Calon Mahasiswa Tidak Daftar Ulang di PTN Jadi Evaluasi SPMB 2026
Roy Suryo Hadiri Sidang...
Roy Suryo Hadiri Sidang Perdana Praperadilan: Tidak Ada Upaya untuk Memperlambat Peristiwa Utamanya
Berita Terkini
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved