Pertumbuhan Diprediksi Hanya 2,9 Persen, IMF Minta Dunia Waspada
Senin, 27 Maret 2023 - 07:01 WIB
loading...
IMF meminta dunia meningkatkan kewaspadaannya terhadap stabilitas keuangan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kepala International Monetary Fund ( IMF ) Kristalina Georgieva mengatakan, risiko terhadap stabilitas keuangan telah meningkat. IMF pun memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia hanya mencapai 2,9% pada tahun ini.
Baca juga: Perdana Beri Pinjaman ke Negara yang Berperang, IMF Bakal Suntik Ukraina Rp236,4 Triliun
Lembaga itu dijadwalkan akan merilis perkiraan ekonomi baru bulan depan. Pertumbuhan ekonomi yang melambat disinyalir terjadi karena beberapa faktor, yakni kondisi pasca-pandemi, perang antara Rusia dan Ukraina, dan adanya kebijakan pengetatan moneter.
“Kami menyerukan kepada negara-negara untuk meningkatkan kewaspadaan yang berkelanjutan, walaupun akhir-akhir ini tindakan yang dilakukan oleh negara maju berhasil dalam menahan gejolak, kita harus tetap waspada,” ujar Kristalina Georgieva, dilansir Reuters Senin (27/3/2023).
Dalam China Development Forum, Georgieva mengatakan prospek ekonomi akan jauh lebih baik untuk 2024, namun pertumbuhan global akan tetap jauh di bawah rata-rata historisnya sebesar 3,8% dan prospek keseluruhan tetap lemah.
Baca juga: Perdana Beri Pinjaman ke Negara yang Berperang, IMF Bakal Suntik Ukraina Rp236,4 Triliun
Lembaga itu dijadwalkan akan merilis perkiraan ekonomi baru bulan depan. Pertumbuhan ekonomi yang melambat disinyalir terjadi karena beberapa faktor, yakni kondisi pasca-pandemi, perang antara Rusia dan Ukraina, dan adanya kebijakan pengetatan moneter.
“Kami menyerukan kepada negara-negara untuk meningkatkan kewaspadaan yang berkelanjutan, walaupun akhir-akhir ini tindakan yang dilakukan oleh negara maju berhasil dalam menahan gejolak, kita harus tetap waspada,” ujar Kristalina Georgieva, dilansir Reuters Senin (27/3/2023).
Dalam China Development Forum, Georgieva mengatakan prospek ekonomi akan jauh lebih baik untuk 2024, namun pertumbuhan global akan tetap jauh di bawah rata-rata historisnya sebesar 3,8% dan prospek keseluruhan tetap lemah.
Lihat Juga :