Kontribusi BUMN Tak Sesuai PMN? Stafsus Erick Thohir: 3 Tahun Rp1.198 Triliun
Jum'at, 31 Maret 2023 - 13:43 WIB
loading...
Kontribusi BUMN lewat dividen, pajak, dan PNBP terbilang besar. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian BUMN membantah bahwa nilai kontribusi perusahaan pelat merah berbanding terbalik dengan penyertaan modal negara (PMN) yang diterima perseroan. Dalam jangka waktu tiga tahun terakhir kontribusi BUMN mencapai Rp1.198 triliun.
Baca juga: Tak Jadi Disuntik Mati, BUMN Sakit Ini Malah Disiapkan Bikin Bajaj Setrum
Nominal kontribusi itu terdiri dari dividen, pajak, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, mengatakan sumbangsih BUMN terhadap anggaran pendapatan belanja negara (APBN) rata-rata per tahunnya menyentuh Rp400 triliun, meski kinerja perusahaan saat itu berada dalam situasi pandemi Covid-19.
"Sumbangan BUMN ke APBN tidak hanya dividen, tapi juga pajak dan PNBP, dalam 3 tahun ini mencapai Rp1.198 triliun, lebih tinggi dari tiga tahun sebelumnya. Bahkan ini dalam kondisi Corona, jadi sumbangannya itu rata-rata bisa mencapai hampir Rp400 triliun setiap tahunnya," ungkap Arya saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (31/3/2023).
Arya mengingatkan bila 90% PMN yang diterima BUMN dialokasikan untuk penugasan pemerintah. Misalnya, sebagai modal pembangunan infrastruktur Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) hingga program asuransi kredit rakyat. Menurut dia, semua program penugasan yang dijalankan BUMN hanya semata-mata bagi kepentingan masyarakat.
"Misalnya pembangunan Jalan tol di Sumatra, asuransi untuk kredit rakyat. Itu semua program-program untuk kerakyatan yang memang ditugaskan oleh pemerintah kepada BUMN," ucap dia.
Baca juga: Tak Jadi Disuntik Mati, BUMN Sakit Ini Malah Disiapkan Bikin Bajaj Setrum
Nominal kontribusi itu terdiri dari dividen, pajak, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, mengatakan sumbangsih BUMN terhadap anggaran pendapatan belanja negara (APBN) rata-rata per tahunnya menyentuh Rp400 triliun, meski kinerja perusahaan saat itu berada dalam situasi pandemi Covid-19.
"Sumbangan BUMN ke APBN tidak hanya dividen, tapi juga pajak dan PNBP, dalam 3 tahun ini mencapai Rp1.198 triliun, lebih tinggi dari tiga tahun sebelumnya. Bahkan ini dalam kondisi Corona, jadi sumbangannya itu rata-rata bisa mencapai hampir Rp400 triliun setiap tahunnya," ungkap Arya saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (31/3/2023).
Arya mengingatkan bila 90% PMN yang diterima BUMN dialokasikan untuk penugasan pemerintah. Misalnya, sebagai modal pembangunan infrastruktur Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) hingga program asuransi kredit rakyat. Menurut dia, semua program penugasan yang dijalankan BUMN hanya semata-mata bagi kepentingan masyarakat.
"Misalnya pembangunan Jalan tol di Sumatra, asuransi untuk kredit rakyat. Itu semua program-program untuk kerakyatan yang memang ditugaskan oleh pemerintah kepada BUMN," ucap dia.
Lihat Juga :