Mendorong Lahirnya Kurikulum Bersama yang Disetujui Industri
Minggu, 19 Juli 2020 - 18:37 WIB
loading...
Mendorong terus adanya link and match antara perguruan tinggi vokasi dengan dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja, di antaranya dengan membuat kurikulum bersama. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kemendikbud mendorong terus adanya link and match antara perguruan tinggi vokasi dengan dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja. Di antaranya dengan membuat kurikulum bersama.
Dalam kunjungan kerjanya ke Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) Jakarta, Politeknik Negeri Jakarta, Program Vokasi Universitas Indonesia, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto ingin memastikan penerapan link and match atau “pernikahan massal” antara pendidikan tinggi vokasi dengan dunia usaha dunia industri dan dunia kerja.
(Baca Juga: Transformasi Digital dalam Manajemen SDM )
Sesaat setelah tiba di seluruh kampus-kampus vokasi tersebut, Wikan langsung meminta buku atau buklet yang memuat daftar prodi dan kurikulum masing-masing prodi. Mengapa langsung meninjau kurikulum? Karena program wajib pertama di dalam “pernikahan massal” atau link and match adalah kurikulum yang disusun bersama dan disetujui oleh industry.
“Tidak hanya disusun bersama, tetapi harus sampai pada tahap disetujui oleh pihak industry dan calon user lulusan. Ini adalah syarat utama dalam konsep link and match yang saat ini digalakkan,” katanya melalui siaran pers.
Dalam kunjungan kerjanya ke Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) Jakarta, Politeknik Negeri Jakarta, Program Vokasi Universitas Indonesia, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto ingin memastikan penerapan link and match atau “pernikahan massal” antara pendidikan tinggi vokasi dengan dunia usaha dunia industri dan dunia kerja.
(Baca Juga: Transformasi Digital dalam Manajemen SDM )
Sesaat setelah tiba di seluruh kampus-kampus vokasi tersebut, Wikan langsung meminta buku atau buklet yang memuat daftar prodi dan kurikulum masing-masing prodi. Mengapa langsung meninjau kurikulum? Karena program wajib pertama di dalam “pernikahan massal” atau link and match adalah kurikulum yang disusun bersama dan disetujui oleh industry.
“Tidak hanya disusun bersama, tetapi harus sampai pada tahap disetujui oleh pihak industry dan calon user lulusan. Ini adalah syarat utama dalam konsep link and match yang saat ini digalakkan,” katanya melalui siaran pers.
Lihat Juga :