Jahja Blakblakan soal Rahasia BCA Raih Untung Rp40,7 Triliun
Senin, 03 April 2023 - 10:46 WIB
loading...
A
A
A
Volume kredit bertambah, maka BCA mendapat income yang bagus dari segi interest maupun dari segi fee based. Lanjut Jahja, fee based BCA meningkat karena dalam sehari ada transaksi hingga 66 juta.
"Bahkan kalau lagi akhir bulan, deket-deket hari libur itu bisa sampai 140 juta transaksi per day. Jadi ini memang membuat kenyamanan, tentu ada beberapa payment-payment yang ada fee-nya kan, nah itulah yang menjadi fee based tambahan bagi BCA," jelas Jahja.
Karena NPL yang rendah, cost of fund yang murah, dan bunga average BCA relatif turun sedikit, tetapi dari placement bank swasta ini juga membantu Surat Berharga Negara (SBN)
"Kan pemerintah juga butuh cuan untuk SBN ya, obligasi pemerintah itu dibeli karena untuk pembiayaan APBN. Nah banyak pemain asing yang keluar, kita masih masuk malah dan tentu kenaikan bunganya cukup tinggi," kata dia.
Di samping itu untuk short term, Jahja mengaku BCA tidak seperti Silicon Valley Bank yang menjalankan dengan jangka panjang. "Kita jaga short term kita Rp170 triliun itu sama dengan total funding yang disediakan LPS untuk menjaga perbankan Indonesia, tidak harus jaga (long term) likuiditas paling penting," jelas Jahja.
"Bahkan kalau lagi akhir bulan, deket-deket hari libur itu bisa sampai 140 juta transaksi per day. Jadi ini memang membuat kenyamanan, tentu ada beberapa payment-payment yang ada fee-nya kan, nah itulah yang menjadi fee based tambahan bagi BCA," jelas Jahja.
Karena NPL yang rendah, cost of fund yang murah, dan bunga average BCA relatif turun sedikit, tetapi dari placement bank swasta ini juga membantu Surat Berharga Negara (SBN)
"Kan pemerintah juga butuh cuan untuk SBN ya, obligasi pemerintah itu dibeli karena untuk pembiayaan APBN. Nah banyak pemain asing yang keluar, kita masih masuk malah dan tentu kenaikan bunganya cukup tinggi," kata dia.
Di samping itu untuk short term, Jahja mengaku BCA tidak seperti Silicon Valley Bank yang menjalankan dengan jangka panjang. "Kita jaga short term kita Rp170 triliun itu sama dengan total funding yang disediakan LPS untuk menjaga perbankan Indonesia, tidak harus jaga (long term) likuiditas paling penting," jelas Jahja.
Lihat Juga :