Kadin Dorong Sinergi Ekonomi Digital Indonesia dengan Kamboja
Rabu, 05 April 2023 - 14:30 WIB
loading...
A
A
A
"Melalui upaya ini, kami bermitra dengan Kamboja dalam inisiatif ini untuk menciptakan ekonomi yang lebih kuat dan inklusif, menarik investasi asing, dan memperkuat posisi kawasan ini sebagai pemain kunci dalam lanskap digital global," tambah Arsjad.
Di sektor pariwisata, maskapai Air Asia akan segera mengoperasikan penerbangan antara Jakarta dan Phnom Penh empat hari seminggu mulai akhir April. Hal ini jelas menguntungkan industri pariwisata Kamboja dan mempromosikan hubungan pariwisata, tourism, dan perdagangan antara kedua negara.
Lebih lanjut, melimpahnya sumber daya pertanian di kawasan dan meningkatnya ancaman perubahan iklim, ketahanan pangan yang menjadi prioritas utama bagi negara-negara ASEAN membuat kepemimpinan Indonesia di ASEAN-BAC juga menghadirkan peluang untuk menjadikan kawasan ini sebagai pusat baru dalam rantai pasokan global, dengan memanfaatkan sumber daya pangan dan pertaniannya yang kaya.
Arsjad merekomendasikan agar negara-negara ASEAN bekerja sama untuk mengembangkan sektor dan ekosistem pertanian hilir menarik investasi, menciptakan lapangan kerja. Pasokan pangan pun harus dipastikan stabil dan dapat diakses untuk kawasan tersebut.
Salah satu solusi yang disarankan untuk mengatasi masalah mendesak ini adalah penerapan sistem loop tertutup yang inklusif. Pendekatan komprehensif ini bertujuan untuk memberdayakan petani dan mempromosikan produksi pangan berkelanjutan dengan menyediakan akses ke keuangan, pengetahuan, teknologi, dan peluang pasar. Kolaborasi antar negara anggota ASEAN, seperti kemitraan Indonesia-Kamboja, sangat penting untuk keberhasilan pelaksanaan strategi ini.
Di sektor pariwisata, maskapai Air Asia akan segera mengoperasikan penerbangan antara Jakarta dan Phnom Penh empat hari seminggu mulai akhir April. Hal ini jelas menguntungkan industri pariwisata Kamboja dan mempromosikan hubungan pariwisata, tourism, dan perdagangan antara kedua negara.
Lebih lanjut, melimpahnya sumber daya pertanian di kawasan dan meningkatnya ancaman perubahan iklim, ketahanan pangan yang menjadi prioritas utama bagi negara-negara ASEAN membuat kepemimpinan Indonesia di ASEAN-BAC juga menghadirkan peluang untuk menjadikan kawasan ini sebagai pusat baru dalam rantai pasokan global, dengan memanfaatkan sumber daya pangan dan pertaniannya yang kaya.
Arsjad merekomendasikan agar negara-negara ASEAN bekerja sama untuk mengembangkan sektor dan ekosistem pertanian hilir menarik investasi, menciptakan lapangan kerja. Pasokan pangan pun harus dipastikan stabil dan dapat diakses untuk kawasan tersebut.
Salah satu solusi yang disarankan untuk mengatasi masalah mendesak ini adalah penerapan sistem loop tertutup yang inklusif. Pendekatan komprehensif ini bertujuan untuk memberdayakan petani dan mempromosikan produksi pangan berkelanjutan dengan menyediakan akses ke keuangan, pengetahuan, teknologi, dan peluang pasar. Kolaborasi antar negara anggota ASEAN, seperti kemitraan Indonesia-Kamboja, sangat penting untuk keberhasilan pelaksanaan strategi ini.
Lihat Juga :