Kementerian PUPR Bangun Infrastruktur Pendukung Food Estate di 5 Provinsi
Kamis, 06 April 2023 - 11:17 WIB
loading...
Infrastruktur pendukung food estate di lima provinsi tengah dibangun. Foto/PUPR
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan saat ini setidaknya tengah dibangun infrastruktur pengembangan food estate di lima provinsi sehingga menjadi lumbung pangan nasional. Kelima provinsi itu adalah Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua. Harapannya daerah tersebut bisa menjadi lumbung pangan nasional.
Baca juga: Pastikan Rp4,5 Triliun Bakal Lunas dan Bukan Korupsi, Menteri Basuki: Saya Malu Kalau Ada Seperti Itu
"Program food estate ini adalah program bersama antar beberapa kementerian dan lembaga," kata Basuki pada keterangan tertulisnya dikutip Kamis (6/4/2023).
Basuki menjelaskan, di Sumatra Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan, saat ini infrastruktur air baku (jaringan perpipaan primer dan sekunder) telah tersedia untuk lahan 1.000 ha, yang sudah siap untuk ditanami seluas 119 ha. Dari 119 ha, lahan yang sudah dimanfaatkan seluas 41,8 ha di antaranya ditanami bawang merah, bawang putih, cabai, kubis, jagung dan kentang oleh masyarakat.
Selain itu juga telah dilakukan land clearing di kawasan Taman Sains dan Teknologi Herbal (TSTH) seluas 72 ha (dari rencana 200 ha) serta pembangunan Fasilitas TSTH, antara lain gedung riset, mess karyawan, screen house dan infrastruktur kawasan, dengan progres 97,5% dan target selesai akhir April 2023, serta pembangunan Jalan Akses TSTH sepanjang 14,3 km, jalan akses food estate 8 km dan 2 jembatan.
Baca juga: Pastikan Rp4,5 Triliun Bakal Lunas dan Bukan Korupsi, Menteri Basuki: Saya Malu Kalau Ada Seperti Itu
"Program food estate ini adalah program bersama antar beberapa kementerian dan lembaga," kata Basuki pada keterangan tertulisnya dikutip Kamis (6/4/2023).
Basuki menjelaskan, di Sumatra Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan, saat ini infrastruktur air baku (jaringan perpipaan primer dan sekunder) telah tersedia untuk lahan 1.000 ha, yang sudah siap untuk ditanami seluas 119 ha. Dari 119 ha, lahan yang sudah dimanfaatkan seluas 41,8 ha di antaranya ditanami bawang merah, bawang putih, cabai, kubis, jagung dan kentang oleh masyarakat.
Selain itu juga telah dilakukan land clearing di kawasan Taman Sains dan Teknologi Herbal (TSTH) seluas 72 ha (dari rencana 200 ha) serta pembangunan Fasilitas TSTH, antara lain gedung riset, mess karyawan, screen house dan infrastruktur kawasan, dengan progres 97,5% dan target selesai akhir April 2023, serta pembangunan Jalan Akses TSTH sepanjang 14,3 km, jalan akses food estate 8 km dan 2 jembatan.
Lihat Juga :