Hasil Audit BPKP Sudah Clear, Nafsu Impor KRL Bekas Harusnya Berakhir
Kamis, 06 April 2023 - 12:05 WIB
loading...
Hasil audit BPKP tegas menyatakan menolak impor KRl bekas asal Jepang. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pengajuan rencana impor kereta rel Listrik ( KRL ) bekas dari Jepang oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mendapatkan rekomendasi tak disetujui dalam audit yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan ( BPKP ). Rekomendasi itu berdasarkan hasil reviu atas rencana impor tersebut.
Baca juga: Hasil Review BPKP, Indonesia Tak Direkomendasikan Impor KRL Bekas dari Jepang
Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Maritim Investasi (Kemenko Marves) Septian Hario Seto mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan audit itu sejak 29 Maret 2023. Seto menjelaskan salah satu kesimpulan dari hasil reviu adalah jumlah armada KRL yang ada saat ini masih dapat memenuhi okupansi penumpang KRL.
BPKP menyatakan jumlah KRL yang beroperasi saat ini adalah 1.114 unit, tidak termasuk 48 unit yang diberhentikan dan 63 yang dikonversasi sementara. BPKP membandingkan pada 2019, di mana jumlah armada yang siap guna sebanyak 1.078 unit mampu melayani 336,3 juta penumpang. Sedangkan di 2023 dengan jumlah armada 1.114 unit diperkirakan jumlah penumpang mencapai 273,6 penumpang.
"Jadi 2023 jumlah armada lebih banyak tapi estimasi penumpangnya tetap jauh lebih sedikit dari 2019," kata Seto, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (6/4/2023).
Seto menambahkan, kepadatan penumpang memang terjadi, akan tetapi kondisi itu hanya ada di jam-jam sibuk. Secara keseluruhan okupansi penumpang dengan jumlah armada yang ada masih dapat tercukupi.
Baca juga: Hasil Review BPKP, Indonesia Tak Direkomendasikan Impor KRL Bekas dari Jepang
Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Maritim Investasi (Kemenko Marves) Septian Hario Seto mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan audit itu sejak 29 Maret 2023. Seto menjelaskan salah satu kesimpulan dari hasil reviu adalah jumlah armada KRL yang ada saat ini masih dapat memenuhi okupansi penumpang KRL.
BPKP menyatakan jumlah KRL yang beroperasi saat ini adalah 1.114 unit, tidak termasuk 48 unit yang diberhentikan dan 63 yang dikonversasi sementara. BPKP membandingkan pada 2019, di mana jumlah armada yang siap guna sebanyak 1.078 unit mampu melayani 336,3 juta penumpang. Sedangkan di 2023 dengan jumlah armada 1.114 unit diperkirakan jumlah penumpang mencapai 273,6 penumpang.
"Jadi 2023 jumlah armada lebih banyak tapi estimasi penumpangnya tetap jauh lebih sedikit dari 2019," kata Seto, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (6/4/2023).
Seto menambahkan, kepadatan penumpang memang terjadi, akan tetapi kondisi itu hanya ada di jam-jam sibuk. Secara keseluruhan okupansi penumpang dengan jumlah armada yang ada masih dapat tercukupi.
Lihat Juga :