Ekonom Ungkap Dua Peran Pemerintah yang Bikin BUMN Karya Babak Belur

Jum'at, 14 April 2023 - 14:46 WIB
loading...
Ekonom Ungkap Dua Peran...
Penugasan pembangunan tol dianggap membuat kinerja BUMN karya terpukul. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ekonom senior Institute For Development of Economics and Finance ( Indef ) Didin S. Damanhuri mengatakan, pemerintah turut andil dalam menciptakan kinerja negatif pada badan usaha milik negara ( BUMN ) di sektor karya. Andil itu berkaitan dengan penugasan dari pemerintah yang dinilai tidak efektif bila ditinjau dari sisi urgensi terhadap kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Ekonom Sebut Pemerintahan Akan Datang Bisa Diwarisi Utang Belasan Triliun

Setidaknya terdapat dua faktor yang melandasi turut andilnya pemerintah dalam menciptakan kinerja negatif BUMN. Pertama, banyak proyek yang menelan biaya fantastis namun tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat. Didin pun mencontohkan sejumlah proyek seperti tol Trans Jawa dan Trans Papua yang dilaporkan sepi pengunjung.

“Ini kan penugasan dari pemerintah, jadi pemerintah juga gagal dalam memberikan penugasan yang relevan,” ujar Didin dalam program Market Review IDX Channel, Jumat (14/4/2023).

Menurutnya, pemerintah harus melakukan berbagai tinjauan dan kajian ulang untuk menentukan skala prioritas pembangunan proyek-proyek infrastruktur yang menelan biaya hingga triliunan. Dengan demikian, anggaran yang besar akan sebanding dengan tujuan dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Didin pun mencontohkan, negara-negara maju seperti Jepang dan Eropa yang lebih berfokus pada pembangunan kereta api untuk mobilisasi penduduknya. Langkah itu dinilai jauh lebih efektif dan menciptakan efek berganda terhadap kecepatan dan kenyamanan mobilisasi masyarakat dibandingkan dengan pembangunan jalan tol.

“Kenapa Indonesia tidak memprioritaskan pembangunan kereta api? Kalau berdasarkan sejarah negara maju, pembangunan kereta api didahulukan dan tol belakangan,” imbuhnya.

Kedua, target pemerintah dalam pembangunan proyek yang begitu cepat dinilai juga melatarbelakangi kinerja negatif BUMN pada sektor karya. Didin mengatakan, BUMN karya berusaha mendapatkan pendanaan dalam jangka waktu pendek yang dinilai tidak menguntungkan untuk memenuhi target tersebut.

Dengan demikian, Didin mengatakan restrukturisasi dan konsolidasi tidak hanya dilakukan pada lingkungan internal BUMN, melainkan juga melakukan perbaikan dari segi penugasan pemerintah.

Baca juga: 11 Adab di Masjid Saat Iktikaf yang Penting Diketahui

“Jadi kalau dibilang akan ada restrukturisasi dan konsolidasi BUMN, saya sangat setuju. Tapi perlu digarisbawahi, BUMN yang sakit atau memiliki kinerja negatif itu bukan sepenuhnya salah mereka. Ini supaya perbaikan dilakukan menyeluruh,” pungkasnya.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Rekomendasi
Pemerintah Hormati Putusan...
Pemerintah Hormati Putusan Kasus Andrie Yunus, Yusril: Wujud Independensi Peradilan
ASN BPK Ditahan KPK...
ASN BPK Ditahan KPK setelah Terjaring OTT: Saya Enggak Terima Uang, Ini Enggak Adil
Kart.inc Kirim Dua Pembalap...
Kart.inc Kirim Dua Pembalap Indonesia ke Kejuaraan Dunia Gokart Elektrik di Italia
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Infografis
Kehebatan Rudal Balistik...
Kehebatan Rudal Balistik DF-31 China yang Bikin AS Ketar-ketir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved