Meneropong Emiten Nikel di Tengah Laju Industri Kendaraan Listrik
Sabtu, 15 April 2023 - 17:37 WIB
loading...
A
A
A
"Prospek emiten produsen nikel class II dan class I dapat ditinjau dari laju pengembangan industri EV dari konsumen-konsumen global, terutama China yang merupakan penggerak dan konsumen industri EV terbesar, dengan laju konsumsi nickel dalam industri EV setidaknya sebesar 10,3 persen CAGR hingga 2025," ujar Alif.
Sementara itu, dua analis PT Samuel Sekuritas Indonesia, Juan Harahap dan Abraham Gosal, dalam riset terbarunya mengatakan bahwa NCKL menargetkan bisa meningkatkan kapasitas produksi FeNi (feronikel) menjadi 219 kilo ton per annum (ktpa), proyek smelter Rotary-Kiln-Electric Furnace (RKEF 9 ktpa dan 185 ktpa pada Q2-23 dan Q2-25.
Pembangunan smelter High Pressure Acid Leaching (HPAL) dibagi menjadi tiga tahap dan tahap pertama selesai, tahap kedua mulai produksi Q1-2023, dan tahap ketiga mulai meningkatkan kapasitas pada Q1-24.
"Dengan asumsi semua proyek berjalan, NCKL akan menjadi salah satu produsen nikel rafinasi terbesar di Indonesia,: tulis keduanya dalam riset tersebut.
Sementara itu, Direktur Utama Trimegah Bangun Persada Roy Arman Arfandy mengatakan, dana IPO setelah dikurangi seluruh biaya-biaya emisi saham, akan dialokasikan seluruhnya untuk beberapa aktivitas di antaranya untuk menopang bisnis anak usaha, modal kerja (working capital), dan membayar sejumlah kewajiban perusahaan.
Secara rinci, dana IPO sebanyak 50,4% untuk keperluan entitas anak dan entitas asosiasi yang akan disalurkan melalui setoran modal dan pinjaman dan 23,6% untuk pembayaran seluruh utang kepada Oversea-Chinese Banking Corporation Limited (OCBC) dan PT Bank OCBC NISP Tbk. (OCBC NISP).
Lainnya yakni 8,4% untuk pembayaran seluruh utang kepada PT Harita Jayaraya, 9,4% untuk pembayaran seluruh utang kepada PT Dwimuria Investama Andalan, 1,4% untuk pembayaran seluruh utang outstanding Fasilitas Term Loan 1 dan Fasilitas Term Loan 3 kepada OCBC NISP, dan 3,3%untuk belanja modal (capital expenditure), sisanya 3,5% akan digunakan untuk modal kerja.
Sementara itu, dua analis PT Samuel Sekuritas Indonesia, Juan Harahap dan Abraham Gosal, dalam riset terbarunya mengatakan bahwa NCKL menargetkan bisa meningkatkan kapasitas produksi FeNi (feronikel) menjadi 219 kilo ton per annum (ktpa), proyek smelter Rotary-Kiln-Electric Furnace (RKEF 9 ktpa dan 185 ktpa pada Q2-23 dan Q2-25.
Pembangunan smelter High Pressure Acid Leaching (HPAL) dibagi menjadi tiga tahap dan tahap pertama selesai, tahap kedua mulai produksi Q1-2023, dan tahap ketiga mulai meningkatkan kapasitas pada Q1-24.
"Dengan asumsi semua proyek berjalan, NCKL akan menjadi salah satu produsen nikel rafinasi terbesar di Indonesia,: tulis keduanya dalam riset tersebut.
Sementara itu, Direktur Utama Trimegah Bangun Persada Roy Arman Arfandy mengatakan, dana IPO setelah dikurangi seluruh biaya-biaya emisi saham, akan dialokasikan seluruhnya untuk beberapa aktivitas di antaranya untuk menopang bisnis anak usaha, modal kerja (working capital), dan membayar sejumlah kewajiban perusahaan.
Secara rinci, dana IPO sebanyak 50,4% untuk keperluan entitas anak dan entitas asosiasi yang akan disalurkan melalui setoran modal dan pinjaman dan 23,6% untuk pembayaran seluruh utang kepada Oversea-Chinese Banking Corporation Limited (OCBC) dan PT Bank OCBC NISP Tbk. (OCBC NISP).
Lainnya yakni 8,4% untuk pembayaran seluruh utang kepada PT Harita Jayaraya, 9,4% untuk pembayaran seluruh utang kepada PT Dwimuria Investama Andalan, 1,4% untuk pembayaran seluruh utang outstanding Fasilitas Term Loan 1 dan Fasilitas Term Loan 3 kepada OCBC NISP, dan 3,3%untuk belanja modal (capital expenditure), sisanya 3,5% akan digunakan untuk modal kerja.
Lihat Juga :