Onduline Ajak Profesional Arsitektur Ciptakan Disain Atap Ramah Lingkungan
Sabtu, 15 April 2023 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga:Gunakan Solar Panel, PDIP Sebut Kantor Partai Pertama Terapkan Green Building)
Jika tidak, lanjutnya, ini akan mengganggu ekosistem alam di bumi. Akibatnya, bencana alam terjadi di mana-mana, kualitas udara yang menurun juga dapat memberi dampak buruk bagi kesehatan manusia.
Ivan Priatman mengatakan sektor konstruksi berperan banyak menciptakan bangunan keberlanjutan itu, karena rumah tinggal adalah kegiatan yang mengonversi lahan terbuka menjadi perkerasan atau bangunan sekaligus memunculkan permukiman dan pusat-pusat pertumbuhan baru.
Kenyataannya, emisi karbon dari sektor bangunan lebih besar dibanding industri dan transportasi. Emisi karbon adalah penyebab utama pemanasan global berdampak paling buruk terhadap lingkungan hidup.
Arsitektur, kata Ivan, adalah manifestasi dari ide yang mengalir terus menerus dalam menciptakan pengalaman baru, ekspresi, dan impresi terhadap ruang, tidak sekadar bentuk dan fungsi. Maka itu, ramah lingkungan tidak hanya diidentikan dengan membuat sumur resapan, tidak pula sekadar menanam pohon dan tanaman perdu, tetapi juga ditunjukkan dengan pengurangan penggunaan listrik.
“Bentuk responnya terhadap lingkungan nantinya akan lebih banyak menggunakan sumber daya alam sekitar, seperti sinar matahari dan angin,” tukas Ivan.
Felino 'Jun' Palafox Jr. meyakini kompetisi ini akan meningkatkan kesadaran akan desain dan tata kota yang ramah lingkungan bagi para arsitek di Asia. “Ini adalah kesempatan emas bagi para arsitek muda dan senior yang bercita-cita tinggi untuk mulai berkontribusi membangun peradaban manusia lebih baik,” ungkapnya.
Jika tidak, lanjutnya, ini akan mengganggu ekosistem alam di bumi. Akibatnya, bencana alam terjadi di mana-mana, kualitas udara yang menurun juga dapat memberi dampak buruk bagi kesehatan manusia.
Ivan Priatman mengatakan sektor konstruksi berperan banyak menciptakan bangunan keberlanjutan itu, karena rumah tinggal adalah kegiatan yang mengonversi lahan terbuka menjadi perkerasan atau bangunan sekaligus memunculkan permukiman dan pusat-pusat pertumbuhan baru.
Kenyataannya, emisi karbon dari sektor bangunan lebih besar dibanding industri dan transportasi. Emisi karbon adalah penyebab utama pemanasan global berdampak paling buruk terhadap lingkungan hidup.
Arsitektur, kata Ivan, adalah manifestasi dari ide yang mengalir terus menerus dalam menciptakan pengalaman baru, ekspresi, dan impresi terhadap ruang, tidak sekadar bentuk dan fungsi. Maka itu, ramah lingkungan tidak hanya diidentikan dengan membuat sumur resapan, tidak pula sekadar menanam pohon dan tanaman perdu, tetapi juga ditunjukkan dengan pengurangan penggunaan listrik.
“Bentuk responnya terhadap lingkungan nantinya akan lebih banyak menggunakan sumber daya alam sekitar, seperti sinar matahari dan angin,” tukas Ivan.
Felino 'Jun' Palafox Jr. meyakini kompetisi ini akan meningkatkan kesadaran akan desain dan tata kota yang ramah lingkungan bagi para arsitek di Asia. “Ini adalah kesempatan emas bagi para arsitek muda dan senior yang bercita-cita tinggi untuk mulai berkontribusi membangun peradaban manusia lebih baik,” ungkapnya.
(dar)
Lihat Juga :