Kemenperin Dorong IKM Pangan agar Kian 'Halal' Dikonsumsi Masyarakat Global
Senin, 20 Juli 2020 - 23:36 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus meningkatkan kemampuan pelaku industri kecil menengah (IKM) pangan dalam upaya memasarkan produk-produknya, terutama agar bisa menembus pasar ekspor. Untuk itu, Kemenperin melakukan program peningkatan keamanan mutu pangan melalui Program Pendampingan, Bimbingan dan Sertifikasi Hazard Analitical Critical Control Point (HACCP) bagi IKM makanan.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, bahwa IKM pangan memiliki orientasi ekspor. Dari total 4,5 juta pelaku IKM, sebanyak 1,6 juta adalah IKM makanan.
“Dengan memiliki sertifikat HACCP, para pelaku IKM pangan akan lebih percaya diri untuk memenuhi kriteria pasar ekspor,” kata Gati di Jakarta, Senin (20/7/2020).
Sehubungan dengan hal tersebut, Direktorat Jenderal IKMA menyelenggarakan Kegiatan Fasilitasi Pendalaman HACCP bagi IKM makanan berorientasi ekspor. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang berkesinambungan dengan maksud dan tujuan untuk memperkuat produk IKM, khususnya makanan agar mampu bersaing secara global dengan adanya jaminan keamanan dan mutu pangan.
“Diharapkan, peserta dapat memahami langkah dan prinsip HACCP secara detail sehingga nantinya dapat menyusun dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam proses sertifikasi HACCP,” tuturnya. ( Baca juga:Persaingan Sertifikasi Produk Halal, MUI Terkesan Belum Ikhlas Serahkan Wewenang )
Adapun peserta program yang akan mengikuti harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, antara lain pelaku IKM makanan sudah memiliki izin usaha industri (IUI/IUMK/NIB), serta diutamakan sudah memiliki P-IRT/MD dan sertifikat Halal. Para peserta juga harus memiliki ruang produksi yang sudah terpisah dengan dapur rumah tangga dan memiliki produk yang berorientasi ekspor.
Selanjutnya, fokus produk dalam kegiatan ini terdiri dari beberapa kelompok komoditas antara lain, tepung-tepungan seperti tepung mocaf, tepung tapioka, tepung sagu dan tepung lainnya. Lalu ada makanan kaleng, gula semut, aneka bumbu atau rempah, VCO, keripik buah dan sayur seperti nangka, pisang, singkong dan aneka olahan buah lainnya. Produk ini memiliki potensi ekspor yang cukup tinggi berdasarkan analisa data yang diperoleh dari Alibaba.com.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, bahwa IKM pangan memiliki orientasi ekspor. Dari total 4,5 juta pelaku IKM, sebanyak 1,6 juta adalah IKM makanan.
“Dengan memiliki sertifikat HACCP, para pelaku IKM pangan akan lebih percaya diri untuk memenuhi kriteria pasar ekspor,” kata Gati di Jakarta, Senin (20/7/2020).
Sehubungan dengan hal tersebut, Direktorat Jenderal IKMA menyelenggarakan Kegiatan Fasilitasi Pendalaman HACCP bagi IKM makanan berorientasi ekspor. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang berkesinambungan dengan maksud dan tujuan untuk memperkuat produk IKM, khususnya makanan agar mampu bersaing secara global dengan adanya jaminan keamanan dan mutu pangan.
“Diharapkan, peserta dapat memahami langkah dan prinsip HACCP secara detail sehingga nantinya dapat menyusun dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam proses sertifikasi HACCP,” tuturnya. ( Baca juga:Persaingan Sertifikasi Produk Halal, MUI Terkesan Belum Ikhlas Serahkan Wewenang )
Adapun peserta program yang akan mengikuti harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, antara lain pelaku IKM makanan sudah memiliki izin usaha industri (IUI/IUMK/NIB), serta diutamakan sudah memiliki P-IRT/MD dan sertifikat Halal. Para peserta juga harus memiliki ruang produksi yang sudah terpisah dengan dapur rumah tangga dan memiliki produk yang berorientasi ekspor.
Selanjutnya, fokus produk dalam kegiatan ini terdiri dari beberapa kelompok komoditas antara lain, tepung-tepungan seperti tepung mocaf, tepung tapioka, tepung sagu dan tepung lainnya. Lalu ada makanan kaleng, gula semut, aneka bumbu atau rempah, VCO, keripik buah dan sayur seperti nangka, pisang, singkong dan aneka olahan buah lainnya. Produk ini memiliki potensi ekspor yang cukup tinggi berdasarkan analisa data yang diperoleh dari Alibaba.com.
Lihat Juga :