Bahlil Kawal Rencana Volkswagen Bangun Industri Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia
Selasa, 18 April 2023 - 19:20 WIB
loading...
Volkswagen melalui anak perusahaannya berencana membangun industri baterai kendaraan listrik di Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan pihaknya akan memberikan pengawalan terhadap rencana investasi Volkswagen melalui anak perusahaannya, PowerCo, untuk membangun industri baterai kendaraan listrik secara terpadu. Bahlil menyebut rencana investasi Volkswagen di Indonesia ditargetkan untuk menyuplai produk baterai listrik kepada sejumlah merek otomotif di bawah naungan VW Group.
Baca juga: Kantongi Oleh-oleh Investasi Baterai Rp38,34 T dari Jerman, Ini Pesan Jokowi ke Bahlil
“VW akan bekerja sama dengan beberapa perusahaan nasional dan asing. Kami siap mengawal agar rencana investasinya segera terealisasi,” kata Bahlil dalam siaran tertulis, Selasa (18/4/2023).
Bagi Bahlil, rencana investasi dari Jerman ini merupakan momentum yang tepat bagi Indonesia untuk menyampaikan kepada dunia bahwa Indonesia terbuka dalam menarik investasi yang tidak hanya dari benua Asia, tapi juga dari Eropa.
“Saya pikir ini sebagai bentuk investasi inklusif sekaligus dapat menganulir cara berpikir dunia internasional yang menganggap pertambangan di Indonesia tidak memperhatikan kaidah-kaidah internasional,” ujarnya.
Baca juga: Kantongi Oleh-oleh Investasi Baterai Rp38,34 T dari Jerman, Ini Pesan Jokowi ke Bahlil
“VW akan bekerja sama dengan beberapa perusahaan nasional dan asing. Kami siap mengawal agar rencana investasinya segera terealisasi,” kata Bahlil dalam siaran tertulis, Selasa (18/4/2023).
Bagi Bahlil, rencana investasi dari Jerman ini merupakan momentum yang tepat bagi Indonesia untuk menyampaikan kepada dunia bahwa Indonesia terbuka dalam menarik investasi yang tidak hanya dari benua Asia, tapi juga dari Eropa.
“Saya pikir ini sebagai bentuk investasi inklusif sekaligus dapat menganulir cara berpikir dunia internasional yang menganggap pertambangan di Indonesia tidak memperhatikan kaidah-kaidah internasional,” ujarnya.
Lihat Juga :