Kepala Bappenas Ingin Gorontalo Pimpin Pemulihan Ekonomi Indonesia Timur

Rabu, 29 April 2020 - 05:12 WIB
loading...
Kepala Bappenas Ingin...
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mendorong Provinsi Gorontalo untuk lebih cepat melakukan pemulihan kondisi sosial ekonominya pasca pandemi Covid-19. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mendorong Provinsi Gorontalo untuk lebih cepat melakukan pemulihan kondisi sosial ekonominya pasca pandemi Covid-19, mengingat kasus terkonfirmasi positif virus Corona di provinsi ini termasuk rendah. Cepatnya pemulihan diharapkan dapat menggenjot pertumbuhan ekonomi karena faktor-faktor produksi tidak terlalu lama menganggur sehingga roda perekonomian bisa segera berputar dengan kapasitas penuh.

“Risiko penularan di Gorontalo sangat rendah sampai saat ini. Mudah-mudahan Gorontalo bisa memimpin Indonesia Timur dalam pemulihan ekonomi,” ujar Suharso pada Musyawarah Rancangan Pembangunan Provinsi (Musrenbangprov) Gorontalo untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2021 di Jakarta.

Ia juga berharap Gorontalo dapat melakukan transformasi sosial ekonomi yang didukung SDM berkualitas, salah satunya dengan dapat menurunkan jumlah penduduk miskin di daerah pedesaan. Di 2019, jumlah penduduk miskin Gorontalo di daerah perkotaan mencapai 4,21%, sementara di daerah pedesaan 23,79%. “Persentase penduduk miskin di Gorontalo sudah turun setiap tahunnya, sudah baik. Kalau bisa, diturunkan lebih tajam lagi,” imbuhnya.

Transformasi ini juga perlu didukung dengan kualitas SDM yang terampil. Sayangnya, usia harapan hidup dan rata-rata lama sekolah masih cukup rendah. Hingga 2018, hanya Kota Gorontalo yang telah memiliki angka harapan hidup dan rata-rata lama sekolah yang baik, sementara di kabupaten lain tercatat masih rendah.

Untuk mempercepat pembangunan SDM, Suharso merekomendasikan Provinsi Gorontalo untuk meningkatkan akses layanan pendidikan dan kesehatan. “Layanan kesehatan harus diisi dengan dokter dan sembilan jenis tenaga kesehatan harus dimiliki di seluruh Puskesmas di Indonesia. Sayangnya, sangat jarang Puskesmas yang memiliki ini. Hanya 18% yang memiliki pelayanan ini, termasuk Gorontalo, tidak ada Puskesmas yang memenuhi syarat. Padahal, alat kesehatan cukup banyak,” jelasnya.

Meski demikian, Suharso berharap dengan adanya rumah sakit yang akan dibangun di Gorontalo bisa meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Peran pemerintah daerah juga penting untuk memutus rantai penyebaran virus. Pemerintah daerah diharapkan dapat mengoptimalkan APBD dan dana desa untuk mitigasi dampak Covid-19. Tidak hanya untuk bantuan sosial, dana ini juga dapat digunakan untuk stimulus padat karya di pedesaan.

Suharso juga mendorong Gorontalo untuk menjaga ekonomi lokal, terutama di sektor pangan untuk mengantisipasi prediksi kelangkaan pangan pasca pandemi Covid-19. “Stimulus permodalan bagi sektor industri pangan perlu diberikan, terutama untuk peserta UMKM,” ungkapnya.

Dengan potensi yang dimiliki saat ini, Kementerian PPN/Bappenas optimistis ekonomi Gorontalo dapat bangkit. Ekonomi Gorontalo di 2021 ditargetkan dapat tumbuh pada rentang 5,6-6,8%.

Pertumbuhan tersebut juga diiringi dengan penambahan lapangan kerja baru sehingga Tingkat Pengangguran Terbuka dapat turun menjadi 5,7% dan Tingkat Kemiskinan dapat ditekan menjadi 14,1%. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia di Gorontalo ditargetkan meningkat menjadi 69,79-89,82% dan kesenjangan antar kelompok di kisaran 0,400-0,405.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPS: Jumlah UMKM di...
BPS: Jumlah UMKM di Indonesia Capai 59 Juta Usaha Tahun 2023
Dari Konsumen ke Produsen,...
Dari Konsumen ke Produsen, RI Didorong Kuasai Teknologi Kebencanaan
Kantongi Komitmen Investasi...
Kantongi Komitmen Investasi Rp472 T di World Expo 2025, Paviliun Indonesia Tembus Target
Data Kependudukan IKN...
Data Kependudukan IKN Dirilis BPS, Bappenas, dan OIKN! Begini Hasilnya
Hadapi Diskriminasi...
Hadapi Diskriminasi Global, Indonesia Perketat Standar Sawit Berkelanjutan
Pemerintah Bentuk Indonesia...
Pemerintah Bentuk Indonesia Salt Institute, Target Swasembada Garam di 2027
BPIP Ajukan Tambahan...
BPIP Ajukan Tambahan Anggaran Rp370 Miliar untuk 2027
Menhan Ungkap Kemenkeu...
Menhan Ungkap Kemenkeu dan Bappenas Pangkas Anggaran Pertahanan Ratusan Triliun
BSKDN Kemendagri: Renstra...
BSKDN Kemendagri: Renstra Berbasis Bukti Kunci Sinkronisasi Kebijakan Nasional
Rekomendasi
Perkenalkan Budaya Aceh,...
Perkenalkan Budaya Aceh, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Tampil dengan Tari Ratoh Jaroe
Aturan Baru FIFA Makan...
Aturan Baru FIFA Makan Korban Pertama: Almiron Dikartu Merah Gara-Gara Tutup Mulut
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Berita Terkini
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Infografis
23 Pemain Timnas Indonesia...
23 Pemain Timnas Indonesia U-17 Proyeksi Piala Asia U17 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved