Menperin Kaget, Kontribusi Ekspor Manufaktur Capai 79% di Semester I/2020
Selasa, 21 Juli 2020 - 13:49 WIB
loading...
A
A
A
Dilihat dari volumenya, ekspor industri manufaktur pada Juni 2020 tercatat sebesar 8,87 juta ton atau menanjak 9,28% dibanding Mei 2020 yang mencapai 8,12 juta ton. Adapun sektor industri makanan dan minuman menjadi penyumbang devisa terbesar dari capaian nilai ekspor industri pengolahan non migas pada bulan Juni 2020, yang tercatat mencapai USD2,23 miliar.
(Baca Juga: Dorong Industri Modifikasi Kendaraan, Kemenperin Gelar Kompetisi Gerobak Listrik)
Disusul selanjutnya oleh ekspor dari industri logam dasar yang menembus USD1,67 miliar, kemudian pengapalan produk industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia sebesar USD1 miliar.
Sementara itu, sektor yang mengalami kenaikan ekspor di atas 30% dari bulan sebelumnya meliputi industri pencetakan dan reproduksi media rekaman yang naik sebesar 228,63% dengan nilai ekspor USD2,55 juta. Selanjutnya, industri alat angkutan lainnya (naik 74,15% dengan nilai ekspor USD131,83 juta), industri peralatan listrik (naik 50,39% dengan nilai ekspor USD383,55 juta) dan industri tekstil (naik 45,38% dengan nilai ekspor USD271,38 juta).
Sedangkan, sektor-sektor yang mengalami peningkatan ekspor di atas 30% dari periode tahun sebelumnya antara lain industri furnitur yang naik sebesar 80,87% dengan nilai ekspor USD164,70 juta, kemudian industri farmasi, produk obat kimia, dan obat tradisional (naik 42,41% dengan nilai ekspor USD58,37 juta).
(Baca Juga: Dorong Industri Modifikasi Kendaraan, Kemenperin Gelar Kompetisi Gerobak Listrik)
Disusul selanjutnya oleh ekspor dari industri logam dasar yang menembus USD1,67 miliar, kemudian pengapalan produk industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia sebesar USD1 miliar.
Sementara itu, sektor yang mengalami kenaikan ekspor di atas 30% dari bulan sebelumnya meliputi industri pencetakan dan reproduksi media rekaman yang naik sebesar 228,63% dengan nilai ekspor USD2,55 juta. Selanjutnya, industri alat angkutan lainnya (naik 74,15% dengan nilai ekspor USD131,83 juta), industri peralatan listrik (naik 50,39% dengan nilai ekspor USD383,55 juta) dan industri tekstil (naik 45,38% dengan nilai ekspor USD271,38 juta).
Sedangkan, sektor-sektor yang mengalami peningkatan ekspor di atas 30% dari periode tahun sebelumnya antara lain industri furnitur yang naik sebesar 80,87% dengan nilai ekspor USD164,70 juta, kemudian industri farmasi, produk obat kimia, dan obat tradisional (naik 42,41% dengan nilai ekspor USD58,37 juta).
(fai)
Lihat Juga :