Mengenal Perbedaan Antara Mata Uang Dirham dengan Dinar
Rabu, 26 April 2023 - 11:15 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu alasan mengapa dirham dan dinar mampu bertahan ratusan tahun adalah karena mereka menggunakan nilai fondasi dari emas serta perak, sehingga memiliki nilai tukar sangat stabil. Jika dibandingkan dengan dolar yang kian tidak stabil hingga saat ini.
Walaupun memiliki kestabilan cukup bagus namun kedua alat tukar tersebut merupakan dua hal berbeda, tidak dapat disamakan satu sama lain. Walau keduanya memiliki bentuk serupa yaitu berupa kepingan logam, namun terdapat beberapa perbedaan yang cukup signifikan.
Sehingga setelah kalian melihat mata uang dirham serta dinar secara langsung, akan mengerti mengenai perbedaan kedua alat pertukaran tersebut. Sehingga jika tertarik ingin mengkoleksi dapat mengetahui bagaimana ciri fisik yang mendasar, serta perbedaan spesifik keduanya.
1. Kandungan Logam Mulia
Emas dinar sendiri sering disebut sebagai sebuah logam mulia, di mana bobot logam tersebut memiliki standar sebesar sepertujuh troy ounce atau sekitar 4,25 gram. Dalam dunia Islam sendiri, penggunaan dinar sudah dianggap sebagai alat pertukaran yang sah sejak dahulu.
Kedua alat pertukaran perdagangan ini memiliki bentuk serupa yaitu koin logam, di mana masing-masing keduanya dibuat menggunakan logam mulia berupa emas. Walau terbuat dari bahan yang sama, terdapat perbedaan di dalam kandungannya sehingga membuat berbeda.
Kandungan logam dari mata uang dirham sendiri adalah perak murni, sedangkan dinar memiliki kandungan berupa emas murni sebesar 22 hingga 24 karat. Di mana kandungan perak di dalam dirham mencapai 99,5 persen, menunjukkan bahwa dirham merupakan perak asli.
Namun seiring berkembangnya zaman dirham kini tidak dibentuk dalam bentuk koin lagi, melainkan menggunakan bahan dasar kertas. Hal tersebut digunakan untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman, selain itu penggunaan kertas dianggap lebih efisien sekali.
Namun secara sederhana jika ingin membedakan antara dirham dan dinar, cukup bedakan mengenai kandungan logam mulia di dalamnya saja. Di mana dinar memiliki emas sebagai kandungan mayoritasnya, sedangkan dirham memiliki kandungan perak 99,5 persen.
2. Harga per Keping
Selain kandungan logam mulia yang terkandung di dalam alat tukar ini terdapat patokan lain, sehingga kalian mampu membedakan kedua alat tukar ini secara lebih mudah. Salah satu dari patokan tersebut adalah harga per keping dari setiap kepingnya dikonversi ke dalam rupiah.
Mata uang dirham sendiri memiliki nilai tukar yang distandarkan dengan nilai jual perak, hal ini dikarenakan sekitar 99,5 persen bagiannya terdiri dari perak murni. Sehingga patokan harga per keping didasarkan harga jual perak dikalikan sebesar sepertujuh troy ounce.
Jika dirupiahkan maka alat tukar ini memiliki nilai sekitar Rp63.000 per kepingnya, masih jauh jika dibandingkan dengan dinar. Hal tersebut dikarenakan dinar sendiri memiliki kandungan emas sebesar 22 hingga 24 karat, sehingga nilai tukar per kepingnya dikalikan harga emas.
Harga emas sendiri selalu fluktuatif dan berubah sehingga nilainya tidak tetap, namun jika ingin dikonversikan kedalam rupiah didapatkan potongan harga sebesar Rp3.300.000 per keping. Sehingga dapat dikatakan harga per keping dinar lebih besar jika dibanding dirham.
Walaupun memiliki kestabilan cukup bagus namun kedua alat tukar tersebut merupakan dua hal berbeda, tidak dapat disamakan satu sama lain. Walau keduanya memiliki bentuk serupa yaitu berupa kepingan logam, namun terdapat beberapa perbedaan yang cukup signifikan.
Sehingga setelah kalian melihat mata uang dirham serta dinar secara langsung, akan mengerti mengenai perbedaan kedua alat pertukaran tersebut. Sehingga jika tertarik ingin mengkoleksi dapat mengetahui bagaimana ciri fisik yang mendasar, serta perbedaan spesifik keduanya.
1. Kandungan Logam Mulia
Emas dinar sendiri sering disebut sebagai sebuah logam mulia, di mana bobot logam tersebut memiliki standar sebesar sepertujuh troy ounce atau sekitar 4,25 gram. Dalam dunia Islam sendiri, penggunaan dinar sudah dianggap sebagai alat pertukaran yang sah sejak dahulu.
Kedua alat pertukaran perdagangan ini memiliki bentuk serupa yaitu koin logam, di mana masing-masing keduanya dibuat menggunakan logam mulia berupa emas. Walau terbuat dari bahan yang sama, terdapat perbedaan di dalam kandungannya sehingga membuat berbeda.
Kandungan logam dari mata uang dirham sendiri adalah perak murni, sedangkan dinar memiliki kandungan berupa emas murni sebesar 22 hingga 24 karat. Di mana kandungan perak di dalam dirham mencapai 99,5 persen, menunjukkan bahwa dirham merupakan perak asli.
Namun seiring berkembangnya zaman dirham kini tidak dibentuk dalam bentuk koin lagi, melainkan menggunakan bahan dasar kertas. Hal tersebut digunakan untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman, selain itu penggunaan kertas dianggap lebih efisien sekali.
Namun secara sederhana jika ingin membedakan antara dirham dan dinar, cukup bedakan mengenai kandungan logam mulia di dalamnya saja. Di mana dinar memiliki emas sebagai kandungan mayoritasnya, sedangkan dirham memiliki kandungan perak 99,5 persen.
2. Harga per Keping
Selain kandungan logam mulia yang terkandung di dalam alat tukar ini terdapat patokan lain, sehingga kalian mampu membedakan kedua alat tukar ini secara lebih mudah. Salah satu dari patokan tersebut adalah harga per keping dari setiap kepingnya dikonversi ke dalam rupiah.
Mata uang dirham sendiri memiliki nilai tukar yang distandarkan dengan nilai jual perak, hal ini dikarenakan sekitar 99,5 persen bagiannya terdiri dari perak murni. Sehingga patokan harga per keping didasarkan harga jual perak dikalikan sebesar sepertujuh troy ounce.
Jika dirupiahkan maka alat tukar ini memiliki nilai sekitar Rp63.000 per kepingnya, masih jauh jika dibandingkan dengan dinar. Hal tersebut dikarenakan dinar sendiri memiliki kandungan emas sebesar 22 hingga 24 karat, sehingga nilai tukar per kepingnya dikalikan harga emas.
Harga emas sendiri selalu fluktuatif dan berubah sehingga nilainya tidak tetap, namun jika ingin dikonversikan kedalam rupiah didapatkan potongan harga sebesar Rp3.300.000 per keping. Sehingga dapat dikatakan harga per keping dinar lebih besar jika dibanding dirham.
Lihat Juga :