AKRA Angkat Sofyan Djalil Jadi Komisaris, Ini Alasannya

Jum'at, 28 April 2023 - 13:24 WIB
loading...
AKRA Angkat Sofyan Djalil...
Sofyan Djalil resmi diangkat menjadi komisaris AKRA. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemegang saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) sepakat mengangkat mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil sebagai komisaris. Ia menggantikan I Nyoman Mastra yang telah mengabdi selama 15 tahun.

Baca juga: 3 Menteri Kominfo dengan Masa Jabatan Tersingkat, Nomor 2 Pernah Jadi Bagian di Kabinet Pemerintahan Jokowi

AKRA merupakan perusahaan yang berbisnis bahan bakar minyak. Pemegang saham mayorita saham AKRA adalah PT Arthakencana Rayatama sebesar 59,6%.

"Bapak Sofian Djalil akan menjabat sebagai komisaris perseroan untuk periode sisa dewan komisaris, yaitu sampai dengan RUPS tahunan yang akan diadakan pada tahun 2025," ujar Corporate Secretary PT AKR Corporindo Tbk Suresh Vembu dalam konferensi usai RUPST, Jumat (28/4/2023).

Suresh menambahkan, Sofyan Djalil juga tercatat memiliki banyak pengalaman di sektor publik ataupun swasta. Di antaranya pernah menjabat sebagai Menteri Kabinet Indonesia selama 13 tahun di bawah kepemimpinan dua presiden, dan sebagai komisaris utama, komisaris, juga penasihat di berbagai perusahaan, baik BUMN, perusahaan nasional maupun perusahaan multinasional.

Selain mengangkat Sofyan Djalil sebagai komisaris, pemegang saham AKRA juga telah menyetujui dividen sebesar Rp1,48 triliun atau setara dengan Rp75 per saham. Jumlah itu merupakan 61,6% dari laba neto 2022 yang mencapai Rp2,4 triliun.

Baca juga: Belum Dimulai, 10 Franchise Film Ini Sudah Boncos Duluan

Dividen final Rp50 per lembar saham akan dibayar setelah kurangi dividen interim Rp25 per lembar saham yang telah dibayarkan pada tanggal 16 Agustus 2022.

"Final dividen sebesar Rp50 per lembar saham akan dibayar pada tanggal 24 Mei 2023," jelas Suresh.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gaduh Pengangkatan Komisaris...
Gaduh Pengangkatan Komisaris BUMN, Qodari: Penting untuk Kawal Agenda Negara
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Pengamat: BUMN Bukan...
Pengamat: BUMN Bukan Tempat Bagi-bagi Jabatan
Sekda DKI Uus Kuswanto...
Sekda DKI Uus Kuswanto Ditunjuk Jadi Komisaris PT MRT Jakarta
Bareskrim Tetapkan Dirut...
Bareskrim Tetapkan Dirut hingga Komisaris Dana Syariah Indonesia Tersangka Kasus Dugaan Fraud
Rekomendasi
Hangat dan Haru, Prabowo...
Hangat dan Haru, Prabowo Jamu Perwira TNI-Polri dan Orang Tua di Istana Usai Praspa 2026
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved