Hardiknas, Sri Mulyani: APBN Kucurkan Rp119,1 Triliun untuk Anggaran Prioritas Pendidikan
Selasa, 02 Mei 2023 - 11:04 WIB
loading...
Memperingati Hari Pendidikan Nasional yang disingkat Hardiknas setiap tanggal 2 Mei, Menkeu Sri Mulyani membeberkan realisasi APBN untuk anggaran prioritas pendidikan. Foto/Dok
A
A
A
INCHEON - Memperingati Hari Pendidikan Nasional yang disingkat Hardiknas setiap tanggal 2 Mei, Menteri Keuangan atau Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan, sebuah bangsa yang maju tentu harus memiliki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik dan terdidik.
"Hingga akhir Maret 2023, APBN telah merealisasikan Rp119,1 triliun sebagai anggaran prioritas untuk pendidikan," ucap Sri melalui akun Instagram resminya @smindrawati di Incheon, Selasa (2/5/2023).
Baca Juga: Sri Mulyani: Berkat Beasiswa LPDP, Anak Tukang Becak Bisa Raih PhD di Inggris
Total alokasi ini disalurkan melalui belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp28,3 triliun untuk gaji pengajar, beasiswa Indonesia pintar, juga dana BOS. Melalui belanja non-K/L sebesar Rp249,4 miliar untuk 52,7 ribu peserta Kartu Prakerja.
Juga melalui belanja TKD sebesar Rp75,5 triliun. Ditambah serta untuk Dana Abadi Pendidikan sebesar Rp15 triliun. "Tahukah sejak tahun 2009, APBN telah mengalokasikan 20% dari total anggaran khusus untuk pendidikan?" ungkap Sri Mulyani.
Dia menyebut, itulah komitmen pemerintah untuk terus mencerdaskan kehidupan bangsa. Baca Juga: Anggaran Pendidikan 2023 Tembus Rp612 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah
"Dan kita sadar, cita-cita itu tak akan tercapai tanpa didukung oleh pendidikan yang memadai. Jadi, mari terus bergerak bersama, semarakkan merdeka belajar. Karena seperti dikatakan Bapak Pendidikan kita, Ki Hadjar Dewantara," tambah Sri.
"Lawan Sastra Ngesti Mulya. Dengan ilmu kita menuju kemuliaan. Selamat Hari Pendidikan Nasional," pungkas Menkeu.
"Hingga akhir Maret 2023, APBN telah merealisasikan Rp119,1 triliun sebagai anggaran prioritas untuk pendidikan," ucap Sri melalui akun Instagram resminya @smindrawati di Incheon, Selasa (2/5/2023).
Baca Juga: Sri Mulyani: Berkat Beasiswa LPDP, Anak Tukang Becak Bisa Raih PhD di Inggris
Total alokasi ini disalurkan melalui belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp28,3 triliun untuk gaji pengajar, beasiswa Indonesia pintar, juga dana BOS. Melalui belanja non-K/L sebesar Rp249,4 miliar untuk 52,7 ribu peserta Kartu Prakerja.
Juga melalui belanja TKD sebesar Rp75,5 triliun. Ditambah serta untuk Dana Abadi Pendidikan sebesar Rp15 triliun. "Tahukah sejak tahun 2009, APBN telah mengalokasikan 20% dari total anggaran khusus untuk pendidikan?" ungkap Sri Mulyani.
Dia menyebut, itulah komitmen pemerintah untuk terus mencerdaskan kehidupan bangsa. Baca Juga: Anggaran Pendidikan 2023 Tembus Rp612 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah
"Dan kita sadar, cita-cita itu tak akan tercapai tanpa didukung oleh pendidikan yang memadai. Jadi, mari terus bergerak bersama, semarakkan merdeka belajar. Karena seperti dikatakan Bapak Pendidikan kita, Ki Hadjar Dewantara," tambah Sri.
"Lawan Sastra Ngesti Mulya. Dengan ilmu kita menuju kemuliaan. Selamat Hari Pendidikan Nasional," pungkas Menkeu.
(akr)
Lihat Juga :