Dongkrak Investasi Rp69,3 Triliun, BP Batam Buktikan Mampu Mandiri Tanpa APBN

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:21 WIB
loading...
Dongkrak Investasi Rp69,3...
Foto: Doc. Istimewa
A A A
JAKARTA - Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) mencatatkan capaian penting sebagai pengelola kawasan yang mampu menjalankan kegiatan operasional dan pembangunan tanpa bergantung pada alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kebutuhan pembiayaan BP Batam ditopang melalui optimalisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dihasilkan dari pengelolaan kawasan.

Sebagai informasi, APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) merupakan anggaran yang bersumber dari penerimaan negara dan digunakan pemerintah pusat untuk membiayai berbagai program pembangunan di seluruh Indonesia. Sementara itu, PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) adalah penerimaan negara yang berasal dari layanan, pemanfaatan aset, pengelolaan kawasan, dan berbagai aktivitas usaha yang dikelola pemerintah, di luar penerimaan pajak. Dalam konteks Batam, sebagian besar PNBP BP Batam berasal dari pengelolaan lahan, pelabuhan, perizinan, serta berbagai layanan kawasan yang mendukung aktivitas investasi dan industri.

Kemandirian finansial tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara BP Batam dan Komisi VI DPR RI yang berlangsung di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (17/6/2026). Rapat tersebut dihadiri Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade serta Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian dan Sturman Panjaitan. Sementara itu, BP Batam dihadiri langsung Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, serta jajaran Anggota/Deputi BP Batam, termasuk Deputi Bidang Investasi Fary Djemy Francis.

Untuk pertama kali dalam sejarah, BP Batam tidak akan meminta APBN (tahun 2027) tetapi menggunakan PNBP. Ini patut kita apresiasi,” ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade. Artinya, kebutuhan operasional dan pembangunan yang menjadi kewenangan BP Batam dapat dibiayai dari penerimaan yang dihasilkan sendiri oleh kawasan. Dengan kata lain, aktivitas ekonomi yang tumbuh di Batam mampu menciptakan pendapatan yang cukup untuk membiayai pengembangan kawasan tanpa bergantung pada alokasi anggaran rutin dari pemerintah pusat.

Dalam rapat tersebut, BP Batam memaparkan kemampuannya menjalankan sistem pembiayaan mandiri atau self-funding dengan mengoptimalkan berbagai sumber PNBP. Penerimaan tersebut terutama berasal dari Uang Wajib Tahunan (UWT) lahan, layanan kepelabuhanan, pelayanan perizinan, serta pengelolaan aset dan layanan kawasan lainnya.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyampaikan bahwa kemampuan BP Batam membiayai operasional dan pembangunan kawasan melalui PNBP menunjukkan semakin kuatnya fondasi ekonomi Batam.

“Kemandirian ini menunjukkan bahwa Batam tidak hanya mampu menarik investasi, tetapi juga dapat mengelola potensi kawasan secara produktif. Penerimaan yang dihasilkan dikembalikan untuk membiayai pembangunan, pemeliharaan infrastruktur, dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta pelaku usaha,” ujar Amsakar.

Terdapat sejumlah faktor yang menunjukkan bahwa BP Batam mampu menggerakkan perekonomian sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat tanpa membebani APBN dari pemerintah pusat, antara lain:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
Nindia Karya Rampungkan...
Nindia Karya Rampungkan Pembangunan 20 Sekolah Rakyat Tahap II di 4 Provinsi
Purbaya Cerita Momen...
Purbaya Cerita Momen Bertemu S&P untuk Pertahankan Peringkat Utang RI
Seret, Penerimaan Pajak...
Seret, Penerimaan Pajak hingga Akhir Juni 2026 Belum Menyentuh Separuh Target APBN
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
Mendagri Paparkan Kinerja...
Mendagri Paparkan Kinerja Anggaran Kemendagri yang Tetap Optimal di Tengah Efisiensi
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
Fenomena Korupsi di...
Fenomena Korupsi di Era Pemerintahan Prabowo Subianto
Rekomendasi
Kolaborasi Seni Kontemporer...
Kolaborasi Seni Kontemporer dan Industri Kreatif Lahirkan Karya Artistik
Lewat Forum CorpU Association...
Lewat Forum CorpU Association Insight, Telkom Percepat Transformasi Talenta
Sekjen Kemendagri: HUT...
Sekjen Kemendagri: HUT ke-344 Bandar Lampung, Momentum Perkuat Ekonomi Daerah
Berita Terkini
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
Kilau Emas Kembali Lagi...
Kilau Emas Kembali Lagi usai Menguat Rp8 Ribu, Buyback Naik Rp16.000 per Gram
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved