Gawat, Amerika Serikat Terancam Kehabisan Uang Tunai per 1 Juni 2023

Selasa, 02 Mei 2023 - 12:11 WIB
loading...
A A A
Presiden, bagaimanapun mendapatkan tekanan yang meningkat dari kelompok-kelompok bisnis – termasuk Kamar Kongres AS – untuk membahas proposal dengan Partai Republik. Di sisi lain Biden ingin menaikan plafon utang. Diketahui, ada isu dan ancaman gagal bayar atas utang AS.

Default -akan menjadi yang pertama dalam sejarah AS- dan dapat menjungkirbalikkan pasar keuangan global dan menghancurkan kepercayaan di AS sebagai mitra bisnis global. Para ahli telah memperingatkan bahwa default juga bisa membuat AS jatuh ke dalam resesi dan menyebabkan meningkatnya pengangguran.

Ini juga berarti bahwa AS tidak akan dapat meminjam uang untuk membayar gaji pegawai pemerintah dan personil militer, cek jaminan sosial atau untuk kewajiban lain, seperti pembayaran kontraktor pertahanan.

Bahkan prakiraan cuaca pada akhirnya dapat terpengaruh, karena banyak yang bergantung pada data dari Layanan Cuaca Nasional yang didanai pemerintah federal.

"Kami telah belajar dari kebuntuan batas utang masa lalu bahwa menunggu sampai menit terakhir untuk menangguhkan atau meningkatkan batas utang dapat menyebabkan kerusakan serius pada kepercayaan bisnis dan konsumen, menaikkan biaya pinjaman jangka pendek untuk pembayar pajak, dan berdampak negatif terhadap peringkat kredit Amerika Serikat," ucap Yellen dalam sebuah surat kepada anggota Kongres pada hari Selasa (2/5/2023) seperti dikutip dari BBC.

Yellen menambahkan, tidak mungkin untuk mengetahui dengan pasti kapan tepatnya AS akan kehabisan uang tunai. Apa yang disampaikan Yellen bersamaan ketika Kantor Anggaran Kongres (CBO) melaporkan bahwa ada "risiko yang jauh lebih besar bahwa Departemen Keuangan akan kehabisan dana pada awal Juni".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
FBI Gerebek Rumah Eks...
FBI Gerebek Rumah Eks Pejabat CIA, Sita 303 Emas Batangan, 35 Arloji Mewah, dan Banyak Uang Tunai
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Rekomendasi
Hari Ini, Timnas Indonesia...
Hari Ini, Timnas Indonesia vs Australia Berebut Tiket Final di Piala AFF U-19 2026
SPMB Kota Bandung 2026...
SPMB Kota Bandung 2026 Tahap 1 Dibuka, Simak Kuota, Syarat, dan Jadwal
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Berita Terkini
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Cicil Emas BSI Makin...
Cicil Emas BSI Makin Diminati, Meningkat Lebih dari 97,90% Setahun
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Purbaya Sebut Efeknya Minim ke Ekonomi
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Ranch Market KMALL Hadirkan...
Ranch Market KMALL Hadirkan Supermarket Gaya Hidup Modern di Utara Jakarta
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved