Pendapatan Premi Industri Asuransi Capai Rp78,5 Triliun hingga Maret
Jum'at, 05 Mei 2023 - 20:53 WIB
loading...
A
A
A
Begitu pula pada gearing ratio perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 2,11 kali, meskipun mengalami kenaikan namun jauh di bawah batas maksimum 10 kali.
Di sisi lain, nilai outstanding piutang pembiayaan tumbuh 16,35% secara tahunan pada Maret 2023 menjadi sebesar Rp435,53 triliun, didukung pembiayaan modal kerja dan investasi yang masing-masing tumbuh sebesar 34,25% yoy dan 19,14%yoy. Profil risiko perusahaan pembiayaan juga masih terjaga dengan rasio non performing financing (NPF) tercatat naik menjadi sebesar 2,37%.
“Sedangkan sektor dana pensiun tercatat mengalami pertumbuhan aset sebesar 4,74% secara tahunan, dengan nilai aset mencapai Rp350,08 triliun,” tuturnya.
Baca juga: Hadapi Ancaman Kemarau Panjang, Kementan Minta Petani Ikut Program Asuransi Usaha Tani
Lebih lanjut, kinerja FinTech peer to peer (P2P) lending pada Maret 2023 masih mencatatkan pertumbuhan dengan outstanding pembiayaan tumbuh sebesar 36,45% secara tahunan, meningkat Rp0,93 triliun menjadi Rp51,02 triliun. Sementara itu, tingkat risiko kredit secara agregat (TWP90) naik menjadi 2,81%.
Di sisi lain, nilai outstanding piutang pembiayaan tumbuh 16,35% secara tahunan pada Maret 2023 menjadi sebesar Rp435,53 triliun, didukung pembiayaan modal kerja dan investasi yang masing-masing tumbuh sebesar 34,25% yoy dan 19,14%yoy. Profil risiko perusahaan pembiayaan juga masih terjaga dengan rasio non performing financing (NPF) tercatat naik menjadi sebesar 2,37%.
“Sedangkan sektor dana pensiun tercatat mengalami pertumbuhan aset sebesar 4,74% secara tahunan, dengan nilai aset mencapai Rp350,08 triliun,” tuturnya.
Baca juga: Hadapi Ancaman Kemarau Panjang, Kementan Minta Petani Ikut Program Asuransi Usaha Tani
Lebih lanjut, kinerja FinTech peer to peer (P2P) lending pada Maret 2023 masih mencatatkan pertumbuhan dengan outstanding pembiayaan tumbuh sebesar 36,45% secara tahunan, meningkat Rp0,93 triliun menjadi Rp51,02 triliun. Sementara itu, tingkat risiko kredit secara agregat (TWP90) naik menjadi 2,81%.
(ind)
Lihat Juga :