Lezatnya Bisnis Perbankan di Indonesia Jadi Daya Tarik Investor Asing

Rabu, 22 Juli 2020 - 09:26 WIB
loading...
A A A
Menurut pengamat ekonomi Josua Pardede, masuknya investor asing di industri perbankan Indonesia justru bisa membawa keuntungan bagi kepentingan perekonomian nasional karena membuat industri perbankan semakin kuat dari sisi permodalan dan bisnis.

Dia menilai, pengambilalihan ini didasari oleh potensi dari industri perbankan di Indonesia yang masih dapat meningkat lebih tinggi lagi ke depannya seiring dengan laju pertumbuhan angka literasi keuangan. "Selain itu, dengan masih berjalannya bonus demografi hingga 2030, potensi perluasan masih relatif tinggi," ujar Josua.

Tidak hanya potensi pasar yang masih besar, tingkat net interest margin (NIM) Indonesia masih relatif tinggi dibanding dengan negara-negara dengan profil yang mirip. Dengan benefit yang masih relatif tinggi, saat periode normal pun, masuknya investor asing ke perbankan pada masa pandemik lebih didasarkan pada timing saja. "Di mana proses akuisisi sudah dimulai dari sebelum pandemi," katanya.

Dari sisi regulator, masuknya investor asing dapat menjadi salah satu sumber aliran capital inflow di sektor perbankan. Aliran inflow ini kemudian akan mampu melonggarkan likuiditas di bank yang diambil alih.

Menurut Josua, dengan adanya pelonggaran likuiditas dari bank yang diambil alih, maka risiko dari terbatasnya likuiditas di sektor perbankan akan semakin terbatasi. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, bank asing dan kepemilikan asing, mempunyai market share yang relatif rendah saat ini, yaitu sekitar 27%.

"Dengan rendahnya proporsi tersebut, maka regulator masihlah belum perlu khawatir terkait kompetisi yang terlalu ketat antara bank lokal dan bank asing/kepemilikan asing," ungkap Josua. (Baca juga: Menikmati Eksotika Danau Singkarak dari Ketinggian Aur Serumpun)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Biaya Nongkrong Kian...
Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Japan-ASEAN Startup...
Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026, Danamon Dukung Pertumbuhan Startup RI
Citi Indonesia Perkuat...
Citi Indonesia Perkuat Jaringan Global Dorong Pertumbuhan Bisnis
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
Perkuat Ekonomi Jateng,...
Perkuat Ekonomi Jateng, ICBC Indonesia Buka Kantor Cabang Semarang
Lowongan Kerja Bank...
Lowongan Kerja Bank BRI Juli 2026, Dibutuhkan Lulusan S1-S2 Berbagai Jurusan
Mahasiswa MNC University...
Mahasiswa MNC University Pelajari Praktik Layanan Pelanggan Industri Perbankan melalui Company Visit ke Halo BCA
Rekomendasi
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Periksa Plt Gubernur...
Periksa Plt Gubernur Riau, KPK Dalami Uang yang Ditemukan saat Penggeledahan
Di Hadapan Dasco, Hotman...
Di Hadapan Dasco, Hotman Paris Bersama Ketua Umum PWI Salam Komando
Berita Terkini
Tingkatkan Produktivitas...
Tingkatkan Produktivitas Petani, Mahindra-RMA Indonesia Luncurkan Mahindra OJA 3140
BBT Perkuat Ekosistem...
BBT Perkuat Ekosistem Industri Batam lewat Ekspansi Fiber dan 5G
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080...
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080 per Dolar AS, Catat Kinerja Terburuk di Asia
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp9.000, Kini Dibanderol Rp2,61 Juta per Gram
Rupiah Hari Ini Dibuka...
Rupiah Hari Ini Dibuka Melemah ke Rp18.068, Tersengat Kabar Independensi BI
OSL Indonesia Bidik...
OSL Indonesia Bidik Antusiasme Investor Melalui Kompetisi Trading
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved