Jokowi Proyeksikan Ekonomi Digital Indonesia Tembus Rp4.613 Triliun di 2030
Senin, 08 Mei 2023 - 11:49 WIB
loading...
Jokowi memproyeksi nilai ekonomi digital di Indonesia bisa tembus Rp4.613 triliun, yang menurutnya ekonomi digital sendiri bisa dioptimalkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) memproyeksi nilai ekonomi digital di Indonesia bisa tembus mencapai USD315 miliar atau setara Rp4.613 triliun (Kurs Rp14.645/USD) pada tahun 2030. Pada tahun 2025 sendiri atau dua tahun dari sekarang nilainya bakal USD130 miliar.
Baca Juga: Ngebutnya Akselerasi Ekonomi Digital RI, Transaksi Uang Elektronik Akan Tembus Rp495 Triliun
Hal itu disebabkan oleh penetrasi internet di Indonesia yang cukup masif beberapa tahun ke belakang. Menurutnya ekonomi digital sendiri bisa dioptimalkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Digitalisasi sendiri membuka pasar baru yang bisa memantik pertumbuhan ekonomi di Indonesia sendiri.
"Ekonomi dan keuangan digital di Indonesia bisa dioptimalkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru, pangsa pasarnya sangat besar sekitar 40% dari transaksi ekonomi digital di ASEAN," kata Jokowi dalam sambutan virtual pada pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital di JCC Senayan, Senin (8/5/2023).
Presiden Jokowi menyebutkan dalam rangka memanfaatkan pasar baru tersebut, maka penting sebuah inovasi dalam memudahkan masyarakat dalam memanfaatkan potensi ekonomi digital. LCS (Local Currency Settlement) menjadi salah satu instrumen yang penting untuk dikembangkan dalam memudahkan pembayaran antar negara.
"Pengembangan konektivitas pembayaran di kawasan ASEAN seperti QRIS antar negara juga mendesak untuk terus diperkuat mendukung perekonomian, dan inklusi keuangan di kawasan dan menjadi bagian penting keketuaan ASEAN di tahun ini," lanjutnya.
Baca Juga: Ekonomi Digital RI Punya Potensi Rp2.271 triliun, Bappebti Ungkap Tantangannya
Baca Juga: Ngebutnya Akselerasi Ekonomi Digital RI, Transaksi Uang Elektronik Akan Tembus Rp495 Triliun
Hal itu disebabkan oleh penetrasi internet di Indonesia yang cukup masif beberapa tahun ke belakang. Menurutnya ekonomi digital sendiri bisa dioptimalkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Digitalisasi sendiri membuka pasar baru yang bisa memantik pertumbuhan ekonomi di Indonesia sendiri.
"Ekonomi dan keuangan digital di Indonesia bisa dioptimalkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru, pangsa pasarnya sangat besar sekitar 40% dari transaksi ekonomi digital di ASEAN," kata Jokowi dalam sambutan virtual pada pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital di JCC Senayan, Senin (8/5/2023).
Presiden Jokowi menyebutkan dalam rangka memanfaatkan pasar baru tersebut, maka penting sebuah inovasi dalam memudahkan masyarakat dalam memanfaatkan potensi ekonomi digital. LCS (Local Currency Settlement) menjadi salah satu instrumen yang penting untuk dikembangkan dalam memudahkan pembayaran antar negara.
"Pengembangan konektivitas pembayaran di kawasan ASEAN seperti QRIS antar negara juga mendesak untuk terus diperkuat mendukung perekonomian, dan inklusi keuangan di kawasan dan menjadi bagian penting keketuaan ASEAN di tahun ini," lanjutnya.
Baca Juga: Ekonomi Digital RI Punya Potensi Rp2.271 triliun, Bappebti Ungkap Tantangannya
Lihat Juga :