Cegah Kapal Asing Pencuri Ikan, KKP Dipersenjatai 200 Senapan Buatan Pindad
Rabu, 22 Juli 2020 - 15:51 WIB
loading...
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, pihaknya akan menambah 200 senjata Senapan Serbu 2 (SS2) buatan PT Pindad (Persero) untuk mempersenjatai dan memperkuat ketahanan laut Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, pihaknya akan menambah 200 senjata Senapan Serbu 2 (SS2) buatan PT Pindad (Persero) untuk mempersenjatai dan memperkuat ketahanan laut Indonesia. Kemudian, lanjut dia, senjata itu untuk bekal Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) khususnya awak kapal pengawas yang bertugas untuk mencegah kapal asing pencuri ikan .
"Jadi dengan ini, diharapkan mereka semakin kuat mental dan berani dalam menghadapi para maling ikan yang mencuri sumber daya laut Indonesia," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam telekomfrensi, Rabu (22/7/2020).
(Baca Juga: Buru Kapal Asing Pencuri Ikan Jadi Prioritas, Edhy Prabowo: Jaga Setiap Jengkal )
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sendiri sejauh ini telah menangkap 66 unit kapal pencuri ikan (illegal fishing), yang terdiri dari 49 kapal ikan asing dan 17 kapal berbendera Indonesia dari bulan Oktober 2019 hingga sekarang.
Dia menjelaskan, para awak kapal pengawas hanya dibekali senjata SS1 yang kualitasnya sulit untuk menembus kapal. "Apabila Anda lihat senjata kita hanya dibekali oleh SS1 yang kualitasnya kalau nembus kapal itu sangat tidak mungkin," jelas dia.
"Jadi dengan ini, diharapkan mereka semakin kuat mental dan berani dalam menghadapi para maling ikan yang mencuri sumber daya laut Indonesia," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam telekomfrensi, Rabu (22/7/2020).
(Baca Juga: Buru Kapal Asing Pencuri Ikan Jadi Prioritas, Edhy Prabowo: Jaga Setiap Jengkal )
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sendiri sejauh ini telah menangkap 66 unit kapal pencuri ikan (illegal fishing), yang terdiri dari 49 kapal ikan asing dan 17 kapal berbendera Indonesia dari bulan Oktober 2019 hingga sekarang.
Dia menjelaskan, para awak kapal pengawas hanya dibekali senjata SS1 yang kualitasnya sulit untuk menembus kapal. "Apabila Anda lihat senjata kita hanya dibekali oleh SS1 yang kualitasnya kalau nembus kapal itu sangat tidak mungkin," jelas dia.
Lihat Juga :