Kemiskinan Ekstrem di Indonesia Tinggal 1,5%, Wapres: Itu Keberhasilan Kita
Jum'at, 12 Mei 2023 - 17:19 WIB
loading...
Wapres Maruf Amin merespons data Bank Dunia yang menyebut kemiskinan ekstrem di Indonesia tinggal 1,5%. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden ( Wapres ) Ma’ruf Amin ikut merespons hasil laporan World Bank atau Bank Dunia yang menyebut kemiskinan ekstrem di Indonesia hanya tingga 1,5% di tahun 2022. Wapres pun mengatakan penurunan kemiskinan ekstrem itu merupakan keberhasilan.
Baca juga: Kota Mojokerto Akan Jadi Kota Percontohan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem
Sebelumnya, World Bank mengeluarkan laporan bertajuk Indonesia Poverty Assessment: Pathways Towards Economic Security yang menyebutkan kemiskinan ekstrem di Indonesia hanya tinggal 1,5% pada tahun 2022. Penurunan itu berkat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan dukungan pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat miskin dan rentan.
“Saya kira ketika kemiskinan ekstrem itu hanya tersisa 1,5%, itu artinya merupakan keberhasilan kita di dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem,” tegas Wapres usai menghadiri acara di Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat (12/5/2023).
Melihat angka ini, Wapres pun semakin optimistis dengan target agar kemiskinan ekstrem 0% pada tahun 2024 mendatang akan tercapai.
“Saya katakan, saya sangat optimistis (nol persen) karena kalau 1,5% berarti dua tahun ini hanya per tahunnya itu hanya nol koma tujuh setengah persen dengan kerangka perbaikan peningkatan kualitas ditambah juga pembangunan desa yang lebih optimal maka pasti kita yakin kemiskinan ekstrem akan bisa teratasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wapres mengatakan pemerintah menargetkan kemiskinan ekstrem sebesar 0% di tahun 2024 yang diupayakan melalui dua strategi utama, yaitu peningkatan pendapatan dan pengurangan beban.
Baca juga: Kota Mojokerto Akan Jadi Kota Percontohan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem
Sebelumnya, World Bank mengeluarkan laporan bertajuk Indonesia Poverty Assessment: Pathways Towards Economic Security yang menyebutkan kemiskinan ekstrem di Indonesia hanya tinggal 1,5% pada tahun 2022. Penurunan itu berkat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan dukungan pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat miskin dan rentan.
“Saya kira ketika kemiskinan ekstrem itu hanya tersisa 1,5%, itu artinya merupakan keberhasilan kita di dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem,” tegas Wapres usai menghadiri acara di Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat (12/5/2023).
Melihat angka ini, Wapres pun semakin optimistis dengan target agar kemiskinan ekstrem 0% pada tahun 2024 mendatang akan tercapai.
“Saya katakan, saya sangat optimistis (nol persen) karena kalau 1,5% berarti dua tahun ini hanya per tahunnya itu hanya nol koma tujuh setengah persen dengan kerangka perbaikan peningkatan kualitas ditambah juga pembangunan desa yang lebih optimal maka pasti kita yakin kemiskinan ekstrem akan bisa teratasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wapres mengatakan pemerintah menargetkan kemiskinan ekstrem sebesar 0% di tahun 2024 yang diupayakan melalui dua strategi utama, yaitu peningkatan pendapatan dan pengurangan beban.
Lihat Juga :