Bukti Bagaimana Kekuatan Bisnis Bisa Berdampak Baik Bagi Lingkungan dan Masyarakat
Senin, 15 Mei 2023 - 15:27 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Pabrik Daur Ulang Plastik Hadir di Jombang, Menperin: Mendukung Konsep Ekonomi Berkelanjutan
Mengangkat tema “Integrating Green & ESG Principles into Business: A Pathway for Sustainable Success”, IGSCA 2023 menjadi ajang penghargaan yang bertujuan mengapresiasi perusahaan dan lembaga pemerintahan di Indonesia yang sudah menerapkan strategi bisnis yang berkelanjutan dalam berbagai aspek, SDM, komunitas dan lingkungan dengan baik.
![Bukti Bagaimana Kekuatan Bisnis Bisa Berdampak Baik Bagi Lingkungan dan Masyarakat]()
Penghargaan dengan 3 kategori ini dinilai oleh panel independen yang merupakan pakar lingkungan dan diketuai langsung oleh Sonny Keraf Menteri Lingkungan Hidup RI tahun 1999-2001. IGSCA 2023 diikuti 21 oleh peserta yang terdiri dari perusahaan swasta nasional maupun multinasional, hingga lembaga pemerintahan. Melalui proses seleksi, terdapat 18 finalis yang berhasil masuk pada penilaian akhir.
Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Arsjad Rasjid memaparkan, saat ini lebih dari 70% konsumen global bersedia membayar lebih mahal untuk produk-produk hijau dan berkelanjutan. Di sisi investor, saat ini dampak sosial dan lingkungan juga menjadi fokus mereka, tidak hanya deviden atau keuntungan.
Mengangkat tema “Integrating Green & ESG Principles into Business: A Pathway for Sustainable Success”, IGSCA 2023 menjadi ajang penghargaan yang bertujuan mengapresiasi perusahaan dan lembaga pemerintahan di Indonesia yang sudah menerapkan strategi bisnis yang berkelanjutan dalam berbagai aspek, SDM, komunitas dan lingkungan dengan baik.

Penghargaan dengan 3 kategori ini dinilai oleh panel independen yang merupakan pakar lingkungan dan diketuai langsung oleh Sonny Keraf Menteri Lingkungan Hidup RI tahun 1999-2001. IGSCA 2023 diikuti 21 oleh peserta yang terdiri dari perusahaan swasta nasional maupun multinasional, hingga lembaga pemerintahan. Melalui proses seleksi, terdapat 18 finalis yang berhasil masuk pada penilaian akhir.
Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Arsjad Rasjid memaparkan, saat ini lebih dari 70% konsumen global bersedia membayar lebih mahal untuk produk-produk hijau dan berkelanjutan. Di sisi investor, saat ini dampak sosial dan lingkungan juga menjadi fokus mereka, tidak hanya deviden atau keuntungan.
Lihat Juga :