Konon, Stasiun Thamrin Bakal Jadi Kawasan Ekonomi Baru di DKI
Rabu, 22 Juli 2020 - 20:58 WIB
loading...
Kawasan Jl. MH. Thamrin. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, Stasiun Thamrin dalam konstruksi MRT fase dua akan menjadi kawasan ekonomi baru Jakarta. Stasiun
Thamrin digadang-gadang menjadi stasiun terbesar yang terintegrasi dengan beberapa moda transportasi.
William menyebut, jalur Thamrin akan menjadi lebih khusus karena terintegrasi dengan TransJakarta dan moda transportasi lain. Dia memproyeksikan akan ada satu juta pengguna MRT per hari, baik jalur selatan maupun utara. Dengan begitu, akan ada 150.000 orang yang melewati jalur integrasi di kawasan Stasiun Thamrin.
"Misalnya, ada 150.000 orang setiap hari. Kemudian ada satu juta orang yang menggunakan MRT jalur Utara-Selatan. Jadi 10% atau 150.000 orang saja menggunakan integrasi per harinya, itu keuntungan sudah besar daripada Stasiun Tanah Abang yang rata-rata hanya 100.000 orang per hari," ujarnya.
William menjelaskan, dengan pergerakan baru yang diperkirakan mencapai 150.000 orang per hari, maka akan ada peningkatan nilai density (kapadatan).Dengan begitu akan memberikan nilai ekonomi di kawasan tersebut. ( Baca juga:MRT Fase Dua Mulai Dibangun Akhir Juli 2020, Telan Biaya Rp22,5 Triliun )
"Ada peningkatan nilai di kawasan itu. Kalau ada peningkatan nilai kawasan maka ada peningkatan nilai density karena ada peningkatan bangunan. Lalu akan ada peningkatan ekonomi dari kawasan itu," ujarnya.
Thamrin digadang-gadang menjadi stasiun terbesar yang terintegrasi dengan beberapa moda transportasi.
William menyebut, jalur Thamrin akan menjadi lebih khusus karena terintegrasi dengan TransJakarta dan moda transportasi lain. Dia memproyeksikan akan ada satu juta pengguna MRT per hari, baik jalur selatan maupun utara. Dengan begitu, akan ada 150.000 orang yang melewati jalur integrasi di kawasan Stasiun Thamrin.
"Misalnya, ada 150.000 orang setiap hari. Kemudian ada satu juta orang yang menggunakan MRT jalur Utara-Selatan. Jadi 10% atau 150.000 orang saja menggunakan integrasi per harinya, itu keuntungan sudah besar daripada Stasiun Tanah Abang yang rata-rata hanya 100.000 orang per hari," ujarnya.
William menjelaskan, dengan pergerakan baru yang diperkirakan mencapai 150.000 orang per hari, maka akan ada peningkatan nilai density (kapadatan).Dengan begitu akan memberikan nilai ekonomi di kawasan tersebut. ( Baca juga:MRT Fase Dua Mulai Dibangun Akhir Juli 2020, Telan Biaya Rp22,5 Triliun )
"Ada peningkatan nilai di kawasan itu. Kalau ada peningkatan nilai kawasan maka ada peningkatan nilai density karena ada peningkatan bangunan. Lalu akan ada peningkatan ekonomi dari kawasan itu," ujarnya.
Lihat Juga :