Jangan Asal Ngecas! Ketahui Perbedaan Tarif SPKLU Shell di SPBU dan Mal

Selasa, 16 Mei 2023 - 23:00 WIB
loading...
Jangan Asal Ngecas!...
Ada perbedaan tarif antara SPKLU Shell di SPBU dan mal. Foto/Shell
A A A
JAKARTA - PT Shell Indonesia turut mendukung upaya pemerintah untuk mempercepat ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai (KLBB). Salah satunya dengan mendorong penyediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum ( SPKLU ), baik oleh BUMN maupun swasta.

Baca juga: Beda Harga BBM Pertamina, Shell dan BP per 16 Mei 2023, Lebih Murah Mana?

Salah satu pihak swasta yang turut menyediakan SPKLU adalah Shell. Head of Dealer Network Shell Indonesia Agung Saputra mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah mengoperasikan sembilan SPKLU di seluruh Indonesia.

"Ada dua model , ada yang letaknya di SPBU dan enam titik yang di destination, yaitu di mal. Kalau yang punya Shell namanya Shell Recharge, tiga titik berada di SPBU Shell Jagorawi KM 21, SPBU Prapanca Antasari arah TB Simatupang, dan SPBU Pluit Selatan. Sementara enam sisanya ada di Pacific Plaza Mall. Jadi modelnya bareng dengan area parking. Jadi bisa nge-charge sambil belanja ke mal," terangnya saat Halal Bihalal Shell Indonesia di Jakarta, Selasa (16/5/2023).

Agung menuturkan, kapasitas pengisian kendaraan listrik di SPBU mencapai 50 kWh, atau lebih besar jika dibandingkan dengan SPKLU yang ada di mal, yaitu 11 kWh. Itu berarti waktu pengisiannya di mal lebih lama, atau paling tidak memakan waktu dua jam.

"Terkait pembayaran, kalau di SPBU itu mereka sistem pembayarannya, customer membayar Rp85 ribu untuk paket recharge. Dia dapat kopi, croffle, snack, dan dia bisa charge untuk 1 jam kalau di SPBU. Kalau di mal itu per jamnya Rp35 ribu di luar biaya parkir yang standar," tuturnya.

Namun demikian, Agung tidak menyebutkan secara rinci target SPKLU yang dipatok pihaknya untuk tahun ini. Ia hanya menyebut bahwa Shell Indonesia akan terus mengembangkan SPKLU sejalan dengan penetrasi mobil listrik di Indonesia.

"Kalau (target) untuk SPKLU di Indonesia, kita juga ingin berkembang dan kita juga harus melihat sejalan dengan penetrasi mobil listrik itu sendiri di Indonesia. Jadi kita masih terus ditambah pelan-pelan untuk penetrasi SPKLU kita," jelasnya.

Sementara secara global, Shell menetapkan target mengoperasikan lebih dari 500 ribu titik SPKLU pada tahun 2025. Saat ini, lanjut Agung, sudah ada 140 ribu titik pengisian daya listrik dengan mayoritas di benua Eropa dan Amerika.

Baca juga: Abdul Mu'ti Ingatkan Warga Muhammadiyah soal Pemilu 2024: Kalau Dukung Jangan Fanatik

"Tapi yang pasti kita di Asia juga sudah bersiap ke arah sana (penyediaan energi bersih). Saya juga tidak menampik karena di global strategi bisnis Shell memang arah ke net zero emission. Kita ingin menjadi operator electric vehicle charging terbesar di dunia," tukasnya.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
EV dan SPKLU, Infrastruktur...
EV dan SPKLU, Infrastruktur Penting untuk Mendukung Mobilitas Rendah Emisi
Tinjauan ke Lampung,...
Tinjauan ke Lampung, Ali Masykur Musa Dorong Layanan infrastruktur EV Makin Andal
Resmikan SPKLU ke-5.000...
Resmikan SPKLU ke-5.000 di Priok, PLN Perkuat Infrastruktur Kendaraan Listrik
3 Opsi Sumber Pendapatan...
3 Opsi Sumber Pendapatan Daerah Potensial Selain Pajak Kendaraan Listrik
Purbaya Ungkap Subsidi...
Purbaya Ungkap Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta per Unit Dimulai Juni 2026, Insentif Mobil Berapa?
INDEF GTI: Insentif...
INDEF GTI: Insentif Kendaraan Listrik Idealnya Dicabut Bertahap
Mendagri Perintahkan...
Mendagri Perintahkan Gubernur Gratiskan Pajak Kendaraan Listrik
Kendaraan Listrik di...
Kendaraan Listrik di Jakarta Bebas Pajak, Pramono: Kami Serius Kurang Polusi
Rekomendasi
Messi Kejar Sejarah,...
Messi Kejar Sejarah, Aljazair Jadi Korban Pertama?
Piala Dunia 2026: Haaland...
Piala Dunia 2026: Haaland Ngamuk, Norwegia Ungguli Irak di Babak Pertama
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Berita Terkini
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved