PGE Pastikan Keberlanjutan dan Kontribusi Area Panas Bumi Kamojang

Kamis, 18 Mei 2023 - 08:33 WIB
loading...
PGE Pastikan Keberlanjutan...
PLTP Kamojang dengan kapasitas terpasang 235 MW saat ini mampu menyuplai listrik bagi 260.000 rumah. Foto/Dok. PGE
A A A
GARUT - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memastikan area Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Kamojang yang menjadi wilayah panas bumi tertua yang dioperasionalkan Pertamina dapat terus berkontribusi bagi pengembangan dan penyediaan energi hijau nasional. Tak hanya itu, juga memberikan kontribusi bagi kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayahnya.

"PGE telah sejak lama mengembangkan potensi panas bumi Indonesia dan memberikan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar, termasuk Area Kamojang. Kami sadar bahwa tanggung jawab sosial sangat besar dalam menjaga kelestarian lingkungan dan juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Direktur Operasi PGE Eko Agung Bramantyo, Selasa (16/5/2023).

Baca Juga: PGE Siap Optimalkan Sumber Pendapatan Baru dari Carbon Credit

Eko menjelaskan, PGE memiliki total kapasitas terpasang di area Kamojang sebesar 235 megawatt (MW). Dengan kapasitas pembangkitan tersebut, area Kamojang yang tergabung dalam sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali ini mampu menyuplai listrik bagi 260.000 rumah.

Kendati tahun ini telah mencapai usia 40 tahun, Eko menegaskan bahwa PGE terus melakukan pemeliharaan dan pengembangan untuk memastikan keberlanjutan kontribusi area Kamojang. "Kami juga terus melakukan pengembangan untuk mengoptimalkan potensi yang ada," tambahnya.

General Manager PGE Area Kamojang Rahmad Harahap menambahkan, pihaknua juga terus memastikan komitmen dalam menjaga lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat. Di bidang lingkungan hidup, PGE Area Kamojang dengan wilayah operasional seluas kurang lebih 116 hektare ini memiliki kawasan konservasi burung elang Jawa (Nisaetus bartelsi).

"Sejak 2014, wilayah konservasi ini merupakan bentuk komitmen PGE dalam melestarikan keanekaragaman hayati. Spesies endemik Indonesia ini merupakan burung yang dikategorikan sebagai hewan dilindungi karena populasinya berada diambang kepunahan," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Energi Panas Bumi, Tantangan,...
Energi Panas Bumi, Tantangan, Mitos, dan Ekonomi
PLN EPI Siapkan Infrastruktur...
PLN EPI Siapkan Infrastruktur Gas, Kebutuhan Energi Primer Diproyeksi Tumbuh 5% per Tahun
Sokoguru Policy Forum:...
Sokoguru Policy Forum: Bedah Strategi Penguatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
GEM Perkuat Standar...
GEM Perkuat Standar K3 dan APD demi Keselamatan Pekerja
Legislator PAN Dorong...
Legislator PAN Dorong Pemerintah Terus Upayakan Transisi Energi Ramah Lingkungan
IISM Dorong Transisi...
IISM Dorong Transisi Energi Berkeadilan bagi Masyarakat
Dorongan Energi Terbarukan...
Dorongan Energi Terbarukan untuk Operasional Tambang Rendah Karbon
Rekomendasi
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved