Pertamina Targetkan TKDN Proyek RDMP Cilacap hingga 50%
Kamis, 23 Juli 2020 - 10:14 WIB
loading...
A
A
A
"Per 12 Juli 2020, Pertamina mencatat kemajuan proyek RDMP Cilacap dalam early work mencapai 25,59% dimana terdapat beberapa pekerjaan di zona satu di antaranya Cut Soil, Temp Drainase dan Akses Road, Pemasangan CCSP, Soil Fill, Clearing, Grubbing, Soil Disposal dan zona dua Clearing lokasi pagar laydown," jelasnya. (Baca juga: Tembak Mati Polisi, Geng Bersenjata Nigeria Culik 4 Pekerja China)
Pada proyek RDMP Cilacap juga akan dibangun New Diesel Hydrotreating Unit (DHT) yang akan menghasilkan Diesel Standar Euro 5. Saat ini, pekerjaan DHT sedang dalam tahap prebid untuk pemilihan Licensor yang ditargetkan mulai Basic Engineering Design package (BEDP).
"Fasilitas di DHT di RDMP Cilacap tersebut akan meningkatkan produksi diesel dari 348.000 bpsd menjadi 400.000 bpsd dengan standar internasional Euro 5. Ini akan melengkapi capaian Pertamina pada PLBC yang mampu memproduksi produk gasoline yang ramah lingkungan dengan standar Euro 4," tutur Nicke.
Beroperasinya PLBC juga telah mengurangi impor High Octane Mogas Component (HOMC) sebagai komponen blending produk gasoline secara signifikan sehingga berdampak positif pada upaya pengurangan impor BBM dan berhasil menghemat devisa negara hingga Rp10 triliun per tahun.
Nicke menambahkan, secara keseluruhan TKDN pada megaproyek RDMP dan GRR ditargetkan mencapai 30-70%. RDMP Balikpapan & Lawe-Lawe misalnya, TKDN ditargetkan mencapai 30-35%, RDMP Balongan tahap 1 TKDN nya mencapai 70%, Balongan Tahap 2 TKDN nya sebesar 50-60%, RDMP Dumia TKDN mencapai 40-50% dan GRR Tuban TKDN mencapai 40-50%. (Baca juga: DKI DIminta Gandeng Provider Gratiskan Paket Data untuk Siswa)
Pada proyek RDMP Cilacap juga akan dibangun New Diesel Hydrotreating Unit (DHT) yang akan menghasilkan Diesel Standar Euro 5. Saat ini, pekerjaan DHT sedang dalam tahap prebid untuk pemilihan Licensor yang ditargetkan mulai Basic Engineering Design package (BEDP).
"Fasilitas di DHT di RDMP Cilacap tersebut akan meningkatkan produksi diesel dari 348.000 bpsd menjadi 400.000 bpsd dengan standar internasional Euro 5. Ini akan melengkapi capaian Pertamina pada PLBC yang mampu memproduksi produk gasoline yang ramah lingkungan dengan standar Euro 4," tutur Nicke.
Beroperasinya PLBC juga telah mengurangi impor High Octane Mogas Component (HOMC) sebagai komponen blending produk gasoline secara signifikan sehingga berdampak positif pada upaya pengurangan impor BBM dan berhasil menghemat devisa negara hingga Rp10 triliun per tahun.
Nicke menambahkan, secara keseluruhan TKDN pada megaproyek RDMP dan GRR ditargetkan mencapai 30-70%. RDMP Balikpapan & Lawe-Lawe misalnya, TKDN ditargetkan mencapai 30-35%, RDMP Balongan tahap 1 TKDN nya mencapai 70%, Balongan Tahap 2 TKDN nya sebesar 50-60%, RDMP Dumia TKDN mencapai 40-50% dan GRR Tuban TKDN mencapai 40-50%. (Baca juga: DKI DIminta Gandeng Provider Gratiskan Paket Data untuk Siswa)
Lihat Juga :