Kepatuhan Masyarakat Bayar Utang di Pinjol Turun, Ini 2 Penyebabnya
Senin, 22 Mei 2023 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi P2P Lending itu dibantu oleh kredit biru dan dibantu alternatif kredit scoring, yang kemudian dari in house dari P2P Lending yang memutuskan disalurkan atau tidak disetujui atau tidak," sambungnya.
Faktor dari sisi internal lainnya adalah tim penagihan utang kepada nasabah yang belum cukup kuat. Sehingga kurang dorongan bagi peminjaman untuk mengembalikan utangnya kepada pemberi pinjaman.
"Tim penagihan di P2P lending ada yang dari internal dan ada yang dari outsourcing atau pihak ketiga, itu yang secara internal berpengaruh terhadap kualitas dari tingkat kesuksesan bayar," kata Kuseryansyah.
Sedangkan dari faktor eksternal dipengaruhi oleh kondisi ekonomi lesu. P2P lending memiliki segmentasi peminjaman di kalangan bawah, biasanya para pelaku usaha mikro yang belum menikah dan berhubungan dengan perbankan konvensional.
Kondisi makro ekonomi yang mengalami pelemahan pasca-pandemi memengaruhi tingkat daya beli masyarakat. Kondisi itu yang membuat para pelaku usaha mikro masih terkendala untuk mengembalikan utangnya.
Faktor dari sisi internal lainnya adalah tim penagihan utang kepada nasabah yang belum cukup kuat. Sehingga kurang dorongan bagi peminjaman untuk mengembalikan utangnya kepada pemberi pinjaman.
"Tim penagihan di P2P lending ada yang dari internal dan ada yang dari outsourcing atau pihak ketiga, itu yang secara internal berpengaruh terhadap kualitas dari tingkat kesuksesan bayar," kata Kuseryansyah.
Sedangkan dari faktor eksternal dipengaruhi oleh kondisi ekonomi lesu. P2P lending memiliki segmentasi peminjaman di kalangan bawah, biasanya para pelaku usaha mikro yang belum menikah dan berhubungan dengan perbankan konvensional.
Kondisi makro ekonomi yang mengalami pelemahan pasca-pandemi memengaruhi tingkat daya beli masyarakat. Kondisi itu yang membuat para pelaku usaha mikro masih terkendala untuk mengembalikan utangnya.
Lihat Juga :