Rupiah Sore Ini Ambruk Mendekati Rp15.000/USD, Pertanda Apa?
Rabu, 24 Mei 2023 - 16:46 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah ambruk pada perdagangan sore hari ini terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hingga mendekati level Rp15.000 per USD. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah ambruk pada perdagangan sore hari ini terhadap dolar Amerika Serikat (USD) . Terpantau Kurs Rupiah atas dolar AS melemah 28 poin ke level Rp14.903 per USD.
Baca Juga: RI Berhasil Keluar dari Kelompok Fragile 5, Sri Mulyani Beberkan Kuncinya
Pelemahan rupiah juga terlihat pada data JISDOR BI yang bertengger di posisi Rp14.905/USD. Raihan tersebut jatuh cukup dalam dibandingkan sesi kemarin yang bertengger ke Rp14.878 per USD.
Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi menerangkan, pelemahan rupiah ini berbanding terbalik dengan kondisi di dalam negeri. Pasalnya, Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa transaksi berjalan kembali mencatat surplus yang didukung oleh surplus neraca perdagangan barang yang tetap tinggi.
"Pada triwulan pertama 2023, transaksi berjalan membukukan surplus sebesar 3,0 miliar dolar AS (0,9% dari PDB), lebih rendah 1,2 miliar dolar AS dibandingkan surplus pada triwulan keempat 2022 sebesar 4,2 miliar dolar AS (1,3% dari PDB)," terang Ibrahim dalam keterangannya, Rabu (24/5/2023).
Baca Juga: RI Berhasil Keluar dari Kelompok Fragile 5, Sri Mulyani Beberkan Kuncinya
Pelemahan rupiah juga terlihat pada data JISDOR BI yang bertengger di posisi Rp14.905/USD. Raihan tersebut jatuh cukup dalam dibandingkan sesi kemarin yang bertengger ke Rp14.878 per USD.
Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi menerangkan, pelemahan rupiah ini berbanding terbalik dengan kondisi di dalam negeri. Pasalnya, Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa transaksi berjalan kembali mencatat surplus yang didukung oleh surplus neraca perdagangan barang yang tetap tinggi.
"Pada triwulan pertama 2023, transaksi berjalan membukukan surplus sebesar 3,0 miliar dolar AS (0,9% dari PDB), lebih rendah 1,2 miliar dolar AS dibandingkan surplus pada triwulan keempat 2022 sebesar 4,2 miliar dolar AS (1,3% dari PDB)," terang Ibrahim dalam keterangannya, Rabu (24/5/2023).
Lihat Juga :