Rupiah Sore Ini Ambruk Mendekati Rp15.000/USD, Pertanda Apa?
Rabu, 24 Mei 2023 - 16:46 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Rupiah Juara! Raih Best New Banknote Series Kalahkan 4 Negara Lain
Lebih lanjut dia mengatakan, adapun neraca perdagangan barang pada triwulan pertama 2023 mencatat surplus USD14,7 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada triwulan keempat 2022 sebesar USD17,0 miliar.
Perkembangan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan surplus neraca perdagangan nonmigas di tengah perbaikan defisit neraca perdagangan migas.
"Sementara itu, defisit neraca jasa mengalami penurunan, ditopang oleh kinerja jasa perjalanan (travel) yang terus menguat seiring dengan mobilitas yang meningkat dan dampak positif dari pembukaan ekonomi Tiongkok sehingga mendorong kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara," kata Ibrahim.
Sementara itu Ibrahim memprediksi, untuk perdagangan Kamis (25/5) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.880- Rp14.850 per USD.
Lebih lanjut dia mengatakan, adapun neraca perdagangan barang pada triwulan pertama 2023 mencatat surplus USD14,7 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada triwulan keempat 2022 sebesar USD17,0 miliar.
Perkembangan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan surplus neraca perdagangan nonmigas di tengah perbaikan defisit neraca perdagangan migas.
"Sementara itu, defisit neraca jasa mengalami penurunan, ditopang oleh kinerja jasa perjalanan (travel) yang terus menguat seiring dengan mobilitas yang meningkat dan dampak positif dari pembukaan ekonomi Tiongkok sehingga mendorong kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara," kata Ibrahim.
Sementara itu Ibrahim memprediksi, untuk perdagangan Kamis (25/5) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.880- Rp14.850 per USD.
(akr)
Lihat Juga :