BI Ramal Ekonomi Global Tumbuh 2,7% di 2023, Negara Berkembang Lebih Kuat

Kamis, 25 Mei 2023 - 16:28 WIB
loading...
BI Ramal Ekonomi Global...
Gubernur Bank Indonesia atau BI, Perry Warjiyo mengatakan, proyeksi ekonomi Dunia tahun ini lebih baik ditopang oleh pertumbuhan ekonomi negara berkembang yang lebih kuat. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi global 2023 menurut proyeksi Bank Indonesia (BI) , bakal lebih baik dari perkiraan awal. Prediksinya ekonomi global tahun ini bakal tumbuh mencapai 2,7% (yoy), atau lebih tinggi dari proyeksi semula.

"Ini ditopang oleh pertumbuhan ekonomi negara berkembang yang lebih kuat," ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (25/5/2023).

Baca Juga: KSSK Cermati Kondisi Ekonomi Global, Diprediksi Hanya Tumbuh 2,6%

Ekonomi China juga diyakini tumbuh lebih baik didorong oleh pembukaan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Tak hanya itu, prospek ekonomi India juga meningkat didukung oleh permintaan domestik yang kuat.

"Sementara itu, pemulihan ekonomi negara maju, terutama Amerika Serikat (AS) tertahan sejalan dengan dampak kebijakan moneter ketat dan peningkatan risiko stabilitas sistem keuangan (SSK)," ungkap Perry.

Baca Juga: Ekonomi RI Diprediksi Tetap Tumbuh Signifikan di Tengah Ketidakpastian Global

Di sisi lain, penurunan inflasi global berlanjut terutama dipengaruhi oleh proses disinflasi negara berkembang yang lebih cepat. Sedangkan penurunan inflasi negara maju lebih lambat akibat pasar tenaga kerja yang ketat.

Ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi dipengaruhi oleh dampak risiko SSK di negara maju dan juga ketidakpastian penyelesaian permasalahan government debt ceiling di AS.

"Di tengah ketidakpastian pasar keuangan global tersebut, aliran masuk modal asing ke negara berkembang berlanjut seiring dengan kondisi dan prospek perekonomiannya yang lebih baik," pungkas Perry.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rekomendasi
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved