Waspada Perangkap Judi Online, Bisa Picu Depresi hingga jadi Sasaran Phising

Jum'at, 26 Mei 2023 - 19:19 WIB
loading...
Waspada Perangkap Judi...
Judi online bisa menyebabkan kecanduan hingga depresi. Foto/pexels/pixabay
A A A
JAKARTA - Pesatnya perkembangan teknologi digital memberikan banyak peluang dan kemudahan. Namun, di sisi lain juga menyediakan celah bagi munculnya beragam praktik berbahaya seperti judi online yang kian marak.

Dengan berbagai cara dan saluran, penawaran judi online begitu gencar dengan menjanjikan iming-iming atau imbalan menguntungkan kepada calon korbannya. Padahal, harus dicamkan bahwa tidak ada orang yang kaya dari hasil berjudi.

Agar masyarakat terhindar dari dampak negatif judi online, literasi digital terus digencarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.

Adapun tentang judi online dibahas dalam webinar literasi digital bertajuk “Bikin Rugi, Pahami Bahaya dan Dampak dari Kecanduan Judi Online” yang digelar di Jawa Barat pada Rabu (24/5).

Dalam webinar tersebut, Founder Digital Advisor Academy Alamsurya Kubara Endriharto mengatakan, banyak orang tergiur iklan judi online yang memberi mimpi menjadi jutawan.

Dia pun mengingatkan bahwa judi online bisa menyebabkan kecanduan. Pasalnya, ketika pelakunya diberi keuntungan atau kemenangan, maka dia akan berhasrat memainkannya terus-menerus demi mendapatkan keuntungan yang lebih besar. “Kecanduan judi juga bisa menyebabkan gangguan mental, seperti depresi,” ujarnya, dikutip Jumat (26/5/2023).

Dia menjelaskan, judi bisa merugikan secara ekonomi karena ketika seseorang kalah, dia termotivasi untuk menang demi mengembalikan modal meski peluangnya sangat kecil.

“Dampak buruknya adalah ketika ia kalah dan kehabisan uang, maka besar kemungkinan dengan segala cara untuk mendapatkan uang demi bisa berjudi lagi, termasuk berbuat kriminal,” tukasnya.

Pada kesempatan yang sama, anggota Relawan TIK Provinsi Bali Romiza Zildjian mengungkapkan bahaya di balik perjudian secara online tersebut.

Menurut dia, ada potensi pencurian data pribadi dalam praktik judi online. Selain itu, perjudian ini bisa berdampak buruk terhadap reputasi seseorang.

“Pelakunya pun berpotensi menjadi sasaran kejahatan siber, seperti phising. Ada pula bahaya finansial lainnya akibat judi online yang mesti diwaspadai siapa pun juga,” tandasnya.

Baca juga: Bobol 60.000 Akun Pelanggan Situs Judi, FBI Tangkap Hacker Berusia 18 Tahun

Guna mengatasi penyebaran tawaran judi online, sambung Romiza, sebaiknya segera melapor ke aparat berwajib apabila menemukan tawaran judi online di media sosial maupun lewat aplikasi percakapan.

Kendati hal itu tak mudah, pemerintah juga giat memberantas situs judi online yang banyak ditemukan di internet atau jagad maya.

“Jumlah situs judi online yang sudah diblokir pemerintah mencapai ratusan ribu. Sepanjang 2021 lalu, lebih dari 100.000 situs judi online yang diblokir pemerintah,” bebernya.

Sementara itu, dosen, writerpreneur, dan entrepreneur Dian Ikha Pramayanti mengingatkan, gaya hidup yang boros dan konsumtif bisa menjebak seseorang untuk terperangkap judi online.

Baca juga: 7 Artis Hollywood yang Kecanduan Judi, Nomor 4 Sampai Utang Miliaran Rupiah

Berjudi dianggap menjadi pilihan untuk mendapatkan uang dengan cara instan meski peluang untuk menang sangat kecil. Apalagi, ada yang beranggapan bahwa judi sebagai motivasi hidup glamour.

“Agar terhindar dari gaya hidup boros atau konsumtif, caranya adalah dengan mengendalikan diri dalam menggunakan media sosial, membuat anggaran belanja, berbelanja untuk barang yang memang diperlukan, menciptakan hobi yang memberi keuntungan, dan banyak ragam lainnya,” saran Dian.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
ICC Unsoed 2026, Mahasiswa...
ICC Unsoed 2026, Mahasiswa Diingatkan Risiko Pinjol Ilegal hingga Pentingnya Literasi Digital
PRISMA Peruri Hadirkan...
PRISMA Peruri Hadirkan Strategi Jitu Agar UMKM Cemerlang di Platform Online
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Akselerasi Net Zero Emission dan Literasi Digital
BUKA Group Perkuat Literasi...
BUKA Group Perkuat Literasi Digital dan Keuangan Pelaku Usaha Mikro Perempuan
Rayakan Kemerdekaan,...
Rayakan Kemerdekaan, MNC Sekuritas bersama MNC Peduli dan Ciptadana Asset Management Dorong Literasi Digital 4 SD di Sukabumi
Perputaran Dana Judol...
Perputaran Dana Judol di Indonesia Tembus Rp927 Triliun, Bahayanya Sampai ke Ekonomi
Kementerian PPPA Perkuat...
Kementerian PPPA Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Judol
10.151 WNI Eks Pekerja...
10.151 WNI Eks Pekerja Online Scam di Kamboja Minta Pulang ke Indonesia
Hadapi Dampak Negatif...
Hadapi Dampak Negatif Digitalisasi, Perlu Literasi dan Aturan yang Relevan
Rekomendasi
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Sejumlah Pengurus PPP...
Sejumlah Pengurus PPP Daerah Dorong Polda Metro Jaya Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen
Titik-titik Demo di...
Titik-titik Demo di Jakarta Hari Ini, Masyarakat Diimbau Cari Jalur Alternatif
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Melonjak Rp46.000 per Gram
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved